TribunTimur/
Home »

Lutra

Ramadan 1437 H

Apa Maksud Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan?

Oh iya, tarawih sebentar malam adalah malam ganjil 10 terakhir Ramadan 1437 Hijriah, semoga dapat Lailatul Qadar.

Apa Maksud Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan?
net
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM- Lailatul Qadar disebut malam kemuliaan, lebih baik dari seribu bulan. Sudah tahu maknanya?

Firman Allah dalam Al-Quran: “Malam kemuliaan (lailatul qadar) itu lebih dari seribu bulan,”(QS: Al-Qadar: 3).

Para ulama berbeda pendapat mengenai maksud “lebih baik dari seribu bulan” dalam ayat ini. [Baca juga: Tanda-tanda Lailatul Qadar]

Ibnu Bathal misalnya, dalam Syarah Shahih al-Bukhari mengatakan “Maksud dari ‘lebih baik dari seribu bulan’ ialah mengerjakan amalan yang diridhai dan disukai Allah SWT di malam tersebut, seperti shalat, do’a, dan sejenisnya, lebih utama dibandingkan beramal selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadhar di dalamnya.”

Al-Mawardi di dalam kitab tafsirnya An-Nukat wal ‘Uyun memaparkan lebih lengkap tafsiran ulama terkait maksud ayat di atas.

Terdapat lima penafsiran populer mengenai maksud “lebih baik dari seribu bulan”:

Pertama, Ar-Rabi’ berpendapat bahwa lailatul qadar lebih baik dari umur seribu bulan.

Kedua, menurut Mujahid, beramal di lailatul qadar lebih utama dari beramal seribu bulan di selain lailatul qadar.

Ketiga, Qatadah mengatakan, lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan yang tidak terdapat di dalamnya lailatul qadar.

Keempat, Ibnu Abi Najih dan Mujahid mengisahkan, seorang dari Bani Israil pernah mengerjakan shalat malam hingga shubuh.

Halaman
12
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help