Anak dari Pernikahan dengan WNA Bisa Jadi WNI, Begini Prosesnya

Di dalam pasal tersebut, memberikan kesempatan kepada anak kawin campuran untuk memilih status sebagai warga negara asing atau Indonesia.

Anak dari Pernikahan dengan WNA Bisa Jadi WNI, Begini Prosesnya
TRIBUN TIMUR/SALDY
mobile conseling yang diselenggarakan Subsi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas 1 Makassar di Hotel M Regency Jl Dg Tompo, Makassar, Kamis (20/6/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Anak dari pernikahan campuran atau dengan istilah anak blasteran rupanya mendapat kesempatan untuk menjadi anak Indonesia.

Hal tersebut terungkap di acara mobile conseling yang diselenggarakan Subsi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas 1 Makassar di Hotel M Regency Jl Dg Tompo, Makassar, Kamis (20/6/2016).

Kasubsi Statuskim Imigrasi Makassar K A Halim mengatakan perkawinan campuran ini telah diatur didalam Pasal 4 huruf c,d,h,i, UU No. 12/2006.

Di dalam pasal tersebut, memberikan kesempatan kepada anak kawin campuran untuk memilih status sebagai warga negara asing atau Indonesia.

Halim menjelaskan diusia 0 hingga 18 tahun, Indonesia memberikan kebijakan terhadap anak perkawinan silang dengan dua status ganda, baik itu warga asing atau Indonesia.

Olehnya itu, sebelum memasuki usia dewasa atau 18 tahun keatas, anak atau orang tuanya diminta untuk memilih menjadi domisili Indonesia atau asing.

"Anak WNI lahir diluar kawin diakui sebelum 18 tahun dan belum kawin oleh ayah (WNA), tetap WNI," ujar Halim.

Menurutnya, setiap anak yang telah berusia dewasa, diwajibkan untuk memilih salah satu kewarganegaraan, ini diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai orang asing.

Adapun itu jika tidak memilih salah satu kewarganegaraan akan beralih ke dokumen orangtua, jika tidak dia akan berakhir di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved