BKD Makassar Sanksi 17 PNS Pemkot Makassar, 1 Dipecat

Kamis (2/6/2016) SK tersebut dikeluarkan oleh BKD Makassar dan telah diteken lanngsung Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

BKD Makassar Sanksi 17 PNS Pemkot Makassar, 1 Dipecat
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
PNS Pemkot Makassar 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar kembali mengeluarkan surat keputusan (SK) sanksi disiplin kepada 17 pegawai Pemkot Makassar. Mereka divonis melanggar PP 53 tahun 2010.

"Sanksinya mulai dari sanksi ringan hingga pemberhentian sebapai Aparatur Sipil Negara,"ujar Kabid Kinerja dan Kesejahteraan BKD Makassar.

Kamis (2/6/2016) SK tersebut dikeluarkan oleh BKD Makassar dan telah diteken lanngsung Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Namun sayang, orang yang telah diberikan sanksi ini tidak dibeberkam oleh Kabid Munandar, ia berdalih menjaga kode etik kepegawian. Mulai dari sanksi ringan, hingga pemecatan yang diteken Danny Pomanto.

Dari 17 orang itu, ada 1 yang resmi di berikan SK pemberhentian sebagai PNS Pemkot Makassar.

Kendati demikian, Pemkot Makassar memberikan kesempatan kepada oknum PNS tersebut untuk mengajukan banding. Kesempatan untuk pengajuan banding, terhirung selama 14 hari kedepan.

Jika oknum itu tidak mengajukan memori banding, di hari ke 15 putusan yanh di keluarkan BKD Makassar dianggap "incrach" sah.

Adapun pelanggaran yang berat dilakukan PNS yang dipecat itu yakni melakukan penggelapan uang negara sehingga di proses. Selain itu ia juga kerap mangkir dari panggilan penyidik PNS BKD Makassar.

Adapun kesimpulannya, hukuman disiplin Pegawai ini ditindak secara berjenjang dengan sanksi berupa teguran sampai penghentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.(*)

"Kita tidak langsung-langsung pecat orang. Tapi kami tegaskan yang kami lakukannsudah seusai dengan peraturan yang mengatur tentang PNS,":Munandar menambahkan.

Perlu diketahui bahwa jumlah PNS di Pemkot Makassar sebanyak 14.562. Mereka ini telah bertigas di 54 satuan perangkat kerja daerah.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help