Dosen Ilmu Pemerintahan Unismuh Kaji Tren Terbaru dalam Studi Politik Islam

Hadir narasumber, yakni kandidat doktor Nothern Illinois University, AS Iqra Anugrah dan Kandidat doktoral Leiden University Belanda, Andi Ahmad Yani

Dosen Ilmu Pemerintahan Unismuh Kaji Tren Terbaru dalam Studi Politik Islam
HANDOVER
Dosen Ilmu Pemerintahan Unismuh mengikuti Governance Guest Lecture Series (GGLS) seri 6, dengan tema Trend Terbaru Dalam Studi Politik Islam di Indonesia di Ruang Ujian Fisip Unismuh, Menara Iqra, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (27/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Dosen Ilmu Pemerintahan Unismuh mengikuti Governance Guest Lecture Series (GGLS) seri 6, dengan tema "Trend Terbaru Dalam Studi Politik Islam di Indonesia" di Ruang Ujian Fisip Unismuh, Menara Iqra, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (27/5/2016).

Hadir narasumber yakni kandidat doktor Nothern Illinois University, AS Iqra Anugrah dan Kandidat doktoral Leiden University Belanda, Andi Ahmad Yani.

Iqra Anugrah mengeluhkan stagnasi kajian serta repetisi dalam hal metodologis.

"Islam politik merupakan artikulasi populisme Islam. masih terlalu kuat pengaruh ortodoksi model Santri-Abangan a la Clifford Geertz di Indonesia," kata master Ritsumaken University, Jepang dan Ohio State University ini.

Ia mengatakan dalam perbandingannya pada studi di negara lain, bahkan sudah sampai pada kajian tentang agama sebagai alat kesejahteraan (prosperity religion).

Andi Luhur Prianto, ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh mengatakan sharing ini memberikan pengayaan wacana untuk diskursus pengetahuan.

"Kegiatan dalam bentuk serial diskusi ini banyak menghadirkan narasumber pakar dari dalam dan luar negeri," kata Sekretaris Masika Orwil ICMI ini.

"Upaya membangun budaya akademik melalui riset dan pengkajian merupakan cara jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh menuju institusi yang berkemajuan,"tambahnya.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved