Catatan Bola Willy Kumurur

Bukan Impian Semusim (Real Madrid vs Manchester City)

"Jika saya ingin mengalahkan Madrid, itu bukan karena dendam, namun sebuah motivasi untuk membawa Manchester City menang di semifinal Liga Champions."

Bukan Impian Semusim (Real Madrid vs Manchester City)
dok tribun-Timur/ocha alim
dr_Willy_Kumurur (essais dan penikmat sepak bola), tinggal di Makassar

Murka Tyrion memuncak tatkala memuntahkan isi hatinya, "Aku akan menyakitimu untuk hal ini. Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi beri aku waktu. Di suatu hari kelak, tatkala kau berpikir bahwa dirimu aman dan bahagia, rasa sukacita mu itu tiba-tiba akan berubah menjadi abu di mulutmu, dan saat itulah kau tahu bahwa utang telah lunas terbayar," ujar Tyrion kepada Cersei, sang ratu, dalam novel George R.R. Martin: A Clash of Kings. Tyrion merasa tersakiti dan diselimuti dendam.

Perasaaan serupa layaknya dialami oleh Manuel Pellegrini pada enam tahun lalu, tepatnya tanggal 27 Mei 2010.

Ia baru semusim memimpin Real Madrid, dipecat dari kursi kepelatihannya oleh Presiden Los Galacticos, Florentino Perez. Pellegrini bahkan tahu bahwa hanya tiga bulan setelah ia ditetapkan sebagai pelatih Los Blancos, Perez telah menetapkan hati untuk memecatnya dari Santiago Bernabeu.

Apalagi ketika Perez -yang menurut Pellegrini tak paham sepak bola- tanpa konsultasi dengan Pellegrini, Perez menjual Arjen Robben ke Bayern Muenchen dan Wesley Sneijder ke Inter Milan.

"Kita semua tahu hasilnya. Robben dan klub barunya menjuarai Bundesliga dan Wesley memenangkan scudetto di Seri A Italia; luar biasanya lagi, dua pemain yang dibuang Madrid itu bertemu di final Liga Champions 2009-2010," kata Pellegrini kepada El Pais dan Daily Mail.

"Pria Mempesona" ini memimpin armada "mesin-mesin perangnya menyerbu Santiago Bernabeu" dan siap menjalani pertempuran "hidup-mati" di leg ke-2 semifinal Liga Champions melawan El Galacticos di dinihari nanti.

Apakah Pellegrini dendam kepada Madrid? "Jika saya ingin mengalahkan Madrid, itu bukan karena dendam, namun sebuah motivasi untuk membawa Manchester City menang di semifinal Liga Champions."

Berhasil menahan imbang El Real 0-0 di Etihad Stadium pada leg pertama, akibat kegemilangan Joe Hart dan absennya Cristiano Ronaldo, Pellegrini menyandang beban berat di Bernabeu.

Apalagi setelah tim medis mengonfirmasi bahwa CR7 sudah fit untuk turun ke medan tempur leg ke-2 semifinal Champions. Ronaldo adalah kepingan yang hilang di leg pertama. Ia amat ditunggu untuk melengkapi konfigurasi sempurna yang dirancang oleh manajer -pelatih Madrid, Zinedine Zidane.

Pellegrini tak punya apa-apa lagi, sebab musim depan The Citizens akan dipimpin oleh Pep Guardiola, pelatih Bayern Muenchen, pencipta filsafat tiki-taka Barcelona. Satu-satunya yang ia miliki adalah dignity (harga diri); bahwa ia bisa mengantar City ke puncak Liga Champions. Apabila City dapat merengkuh tropi Champions, maka kebanggaannya akan membuncah, sebab keberhasilan itu ibarat tamparan pedas di wajah Presiden Real Madrid Florentino Perez dan pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan yang memecatnya; serta membuktikan kepada dunia bahwa Der Bavarians pun tak sanggup meraihnya sekalipun dilatih oleh Guardiola yang akan menggantikan tahtanya di Etihad Stadium.

Betapa indahnya impian itu. Dan ia akan melakukan segalanya untuk menjelmakan impian itu ke kenyataan.

Filsafat bola Zinedine Zidane masih sedang diuji, jam terbangnya masuk kategori pemula. Ia mempersiapkan "mesin-mesin perang" handal seperti CR7, Gareth Bale, Toni Kroos, James Rodriguez, dll. Zidane tak kekurangan amunisi untuk menambah "daya rusak" pasukannya di jantung pertahanan The Citizens dan siap menjelajahi wilayah demarkasi musuh guna meluluh-lantakkan Manchester Biru yang berambisi mengukir sejarah mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Zidane pun punya impian indah. Tropi Champions telah diraihnya sebagai pemain Madrid musim 2001-2002. Alangkah indahnya jika musim ini dapat meraih tropi itu kembali sebagai pelatih. Lalu, impian siapakah yang kelak menjadi kenyataan?***

oleh: Willy Kumurur, penikmat bola

Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved