Ada Perusahaan Belanda di Balik Proyek Reklamasi CPI Makassar dan Pluit City

Nama ini bukan sembarang, melainkan kontraktor reklamasi terbesar abad ini

Ada Perusahaan Belanda di Balik Proyek Reklamasi CPI Makassar dan Pluit City - pantaucip_20160316_210431.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Gubernur Sulsel Syahrul yasin Limpo dan Wali Kota Makassar memperhatikan miniatur bangunan (maket) kawasan CPI di kantor Ciputra Citraland city CPI, Rabu (16/3/2016). Proyek CPI dikerjakan Kelompok Usaha Ciputra Group dan PT Yasmin Bumi Asri (YBA) membentuk JO (join operations atau kerja sama operasi mengembangkan megaproyek Centre Point of Indonesia (CPI) yang akan menjadi ikon Kota Makassar di atas lahan seluas 1.000 hektare (ha). tribun timur/muhammad abdiwan
Ada Perusahaan Belanda di Balik Proyek Reklamasi CPI Makassar dan Pluit City - jembacpi_20160301_224017.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi jembatan yang menghubungkan dua kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar yang terekam dari udara menggunakan Drone, Selasa (1/3/2016). Jembatan berbentuk tongkonan ini memiliki panjang 80 meter dan lebar 40 meter. Hingga kini, proyek jembatan itu telah menelan anggaran sebesar Rp101,5 miliar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR

TRIBUN-TIMUR.COM- Ternyata ada pihak yang diam-diam menangguk untung di tengah hiruk pikuk dan sengitnya kontroversi reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Teluk Benoa Bali, dan reklamasi pesisir barat Pantai Losari Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Siapa dia? Dialah Boskalis International, perusahaan asal Belanda.

Nama ini bukan sembarang, melainkan kontraktor reklamasi terbesar abad ini dengan rekam jejak proyek-proyek ikonik.

Sejak didirikan pada 1910, Boskalis tercatat telah mengerjakan proyek-proyek infrastruktur dan reklamasi skala masif di seluruh dunia.

Baca juga: [Walhi Desak Presiden Hentikan Proyek Reklamasi, Termasuk CPI di Makassar]

[ACC: KPK Harus Proaktif Usut Proyek Reklamasi di Makassar]

Sebut saja reklamasi berupa pulau dan laguna buatan di Spanyol, Brasil, Inggris, Korea Selatan, Maladewa, dan Panama. 

Ekspansi Terusan Suez di Mesir yang membutuhkan jutaan meter kubik pasir juga dikerjakan oleh Boskalis International pada 2014-2015 lalu.

Sekarang, jasanya digunakan oleh PT Agung Podomoro Land TBk (APLN) melalui PT Muara Wisesa Samudera sebagai pemegang izin pelaksanaan reklamasi Pulau G, dan KSO Ciputra Yasmin bentukan Ciputra Group dan PT Yasmin Bumi Asri.

Baca juga: [FIK Minta KPK Awasi Ranperda KSP Reklamasi CPI di Makassar, 'Lihat Kasus Sanusi']

Halaman
123
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved