Panduan Salat Gerhana dan Dasar Hukumnya, Hari Istimewa

”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah.

Panduan Salat Gerhana dan Dasar Hukumnya, Hari Istimewa
KOMPAS/KARTONO RYADI
Keindahan Gerhana Matahari Total (GMT) yang banyak diburu orang. Foto ini diambil dari Pantai Penyak, 36 kilometer di selatan Pangkal Pinang, Bangka, Sumatera Selatan, saat terjadi GMT 18 Maret 1988. GMT akan kembali terjadi di wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Berdasarkan data astronomis, gerhana matahari total (GMT) pada Rabu 9 Maret 2016 pagi.

Dapat dilihat di 12 provinsi Indonesia, termasuk di Palu Sulawesi Tengah.

Hari yang langka nan istimewa.

Dalam Islam, kaum muslimin dan muslimat yang menyaksikan disunnahkan salat gerhana.

Dikutip dari rumaysho.com, berikut panduan dan dasar hukum salat gerhana.

Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَة

”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah).

Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib.

Halaman
1234
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help