Rupiah Meringis Usai Paket September II

Bahkan, pengusaha menilai paket kebijakan ekonomi itu tak menarik lagi bagi pelaku usaha di tengah kondisi saat ini.

Rupiah Meringis Usai Paket September II
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tukar rupiah melemah terhadap dollar AS 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kalangan pengusaha termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel) pesimistis paket kebijakan ekonomi jilid dua atau Paket September II yang kembali dilansir pemerintahan bisa menyelamatkan struktur perekonomian saat ini.

Bahkan, pengusaha menilai paket kebijakan ekonomi itu tak menarik lagi bagi pelaku usaha di tengah kondisi saat ini. Apalagi, paket kebijakan sebelumnya sama sekali belum berjalan efektif.

“Saat ini daya beli makin menurun. Cukup sulit bagi pengusaha di tengah semakin tingginya biaya komponen produksi industri,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel, Amirullah Abbas, kepada Tribun, Selasa (29/9/2015).

Paket kebijakan ekonomi jilid dua belum mampu mendongkrak rupiah. Nilai mata uang garuda kembali melemah terhadap dolar AS. Paket September dua justru membawa angin segar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks menguat signifikan saat pemerintah mengumumkan tersebut pada penutupan, kemarin.

Pantauan Tribun di Pasar Spot, Selasa (29/9/2015), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,12 persen ke level Rp 14.691. Kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,2 persen ke level Rp 14.728 per dolar AS. Bahkan, rupiah sempat keok di level Rp 14.800 per dollar AS.

Amirullah menilai paket kebijakan yang dikeluarkan saat ini tidak fokus dan tidak sesuai kebutuhan. Kebijakan pada satu sektor belum diperkuat dengan perangkat kebijakan yang lebih konkrit dan strategis.

Misalnya saja penguatan produksi produk lokal. “Ekspor kita sebenarnya banyak dari lokal konten. Tapi kadang tidak begitu mendapat perhatian dan sering dipersulit apalagi soal perizinan,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkrnain Arief, menilai salah satu kebijakan yang cukup mendesak terkait perizinan dan birokrasi pemerintah yang kurang memberi ruang pada pengusaha.

Selengkapnya baca Tribun Timur edisi Rabu (30/9/2015).

Penulis: Hajrah
Editor: Mutmainnah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help