Rupiah Melemah

Awal Perdagangan, Rupiah Tembus Level 14.000

Data Bloomberg pukul 08.30 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 14.014 per dollar AS

Awal Perdagangan, Rupiah Tembus Level 14.000
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rupiah melemah 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA- Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada akhir pekan ini, Jumat (28/8/2015). Kenaikan indeks dollar AS akan beradu kuat dengan peluang kembali masuknya dana investor asing melalui pasar keuangan.

Pada awal perdagangan di pasar spot pagi ini, rupiah bergerak turun hingga kembali menembus level 14.000. Data Bloomberg pukul 08.30 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 14.014 per dollar AS, lebih rendah dibanding penutupan kemarin pada 13.990,2.

Membaiknya data ekonomi AS yang diumumkan semalam berhasil kembali mendorong penguatan indeks dollar AS serta Indeks S&P 500. Tidak hanya itu, harga minyak juga berhasil naik tajam bersama harga komoditas lainnya. Kekhawatiran bahwa perekonomian AS akan melambat akibat kebijakan ekonomi Tiongkok perlahan semakin terkoreksi. Saat ini perhatian investor akan mulai beralih ke FOMC meeting di tengah September.

Kemarin rupiah berhasil menguat tajam bersamaan dengan pelemahan dollar AS di pasar Asia. Harga komoditas yang naik tajam berhasil mengembalikan rupiah ke posisi di bawah Rp 14.000 per dollar AS hingga sore kemarin bersamaan dengan penguatan IHSG serta SUN.

Sentimen positif sepertinya mulai kembali setelah disingkirkan oleh anjloknya saham AS dan juga Tiongkok.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia sentimen positif rupiah bisa berlanjut akan tetapi penguatan yang signifikan diperkirakan akan tertahan hingga titik di mana optimisme terhadap perekonomian AS mengangkat kembali harapan kenaikan suku bunga AS. Perhatian akan terbagi ke angka inflasi Agustus pada awal minggu depan. (*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help