Makin Terpuruk, Rupiah Dekati Kisaran Level 13.500

Posisi tersebut merupakan posisi terendah sejak era krisis tahun 1998 silam.

Makin Terpuruk, Rupiah Dekati Kisaran Level 13.500
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tukar rupiah melemah terhadap dollar AS 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot, Jumat (31/7/2015), makin terpuruk. Rupiah mendekati kisaran level 13.500.

Seperti ditunjukkan data Bloomberg, pukul 08.30 WIB, mata uang Garuda melemah ke posisi Rp 13.485 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin pada 13.458,3. Posisi tersebut merupakan posisi terendah sejak era krisis tahun 1998 silam.

Tercatat pada tanggal 17 Juni 1998, rupiah pernah berada di puncak rekor terlemah pada Rp 16.650 per dollar AS.

Hari ini rupiah diperkirakan masih dibayangi tekanan pelemahan. Sentimen utama penekan rupiah adalah naiknya indeks dollar AS di pasar global.

"Rupiah berpeluang kembali melemah hari ini, terutama jika tidak ada intervensi dari bank sentral," demikian Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini.

Dollar AS kembali menguat semalam setelah angka PDB AS, walaupun di bawah harapan, direspons cukup baik oleh pasar global. Angka PDB AS yang jauh membaik dari triwulan sebelumnya dinilai sejalan dengan niatan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.

Di sisi lain, harga minyak mentah yang terus turun juga memberikan alasan untuk investor terus mendorong penguatan dollar. Euro di sisi lain melemah walaupun angka inflasi Jerman mampu naik. Investor sore ini akan menunggu data ekonomi penting Zona Euro. Tingkat pengangguran diperkirakan masih akan tinggi, sementara inflasi Juni belum akan membaik secara signifikan.

Perhatian investor domestik akan juga tertuju pada rilis angka inflasi Juli pada awal pekan depan siang yang diperkirakan turun dari 7,26 persen YoY ke kisaran 7-7,1 persen YoY. Rilis laporan keuangan perusahaan terlihat mengecewakan sehingga juga mempertahankan konsistensi aliran dana asing keluar yang juga menambah tekanan terhadap rupiah.

Sementara yield surat utang negara (SUN) terlihat masih naik di mana tenor 10 tahun sudah mencapai 8,6 persen hingga kemarin sore. (*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved