Ke Mana Fauzi dan Hafid? Kakak Beradik Asal Indonesia yang Hilang di Turki

aparat Turki berupaya mendeteksi keberadaan 16 WNI melalui kamera pengintai CCTV (closed cicuit television) di seluruh bandara di Turki dan perbatasan

Ke Mana Fauzi dan Hafid? Kakak Beradik Asal Indonesia yang Hilang di Turki
Shutterstock
Kota Amasra, Turki 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Kakak beradik warga negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki masih dalam pencarian.

Seperti diberitakan media Inggris, BBC, Senin (9/3/2015), aparat Turki berupaya mendeteksi keberadaan 16 WNI melalui kamera pengintai CCTV (closed cicuit television) di seluruh bandara di Turki dan perbatasan.

Kakak beradik yang hilang bernama Fauzi Umar (36) dan Hafid Umar Babher (31). Kedua warga Solo itu menghilang (memisahkan diri) dari rombongan wisata WNI (16 orang) di negara tersebut.

Dalam Formulir Isian Data Penduduk untuk WNI yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkot Solo, Fauzi dan Hafid terdaftar di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon.

Lurah Gajahan, Susanto, membenarkan bahwa kedua saudara kandung tersebut merupakan warganya

"Memang dua WNI tersebut merupakan dua warga saya," kata Lurah Gajahan, Susanto.

Pada daftar isian biodata penduduk, kakak beradik itu tercatat dalam dua kartu keluarga yang berbeda dengan alamat yang sama.

Fauzi Umar masih ikut dalam kartu keluarga ayahnya. Sedangkan Hafid Umar, istrinya, Soraiyah, 27, dan anak mereka, Hamzah, 5, terdaftar dalam kartu keluarga berbeda. Soraiyah dan Hamzah juga masuk dalam daftar WNI yang hilang di Turki.

Susanto mengaku tidak mengenal akrab kedua orang itu. Dia hanya mengenal ayah mereka, yaitu Umar Salim.

Menurutnya, Fauzi dan Hafid terakhir kali berurusan dengan pihak kelurahan pada Februari dan Maret 2014 lalu. Saat itu Fauzi dan Hafid mengurus surat pengantar untuk pengajuan kredit di sebuah bank milik pemerintah.

"Hafid Umar Babher mengurus surat ke kelurahan tanggal 12 Februari 2014. Sementara kakaknya tanggal 3 Maret 2014. Mereka meminta surat pengantar untuk mengajukan kredit, " kata Susanto.

Terpisah, Ketua RT 004, RW 001 Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Priyono, menjelaskan kakak beradik tersebut membuka usaha gorden.

“Mereka sudah tidak tinggal di wilayah ini sejak lima tahun yang lalu. Mereka sudah pindah. Namun, kartu keluarganya masih tercatat di sini. Saya tidak tahu mereka pindah ke mana, " ungkap Susanto. (BBC)

Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help