Perspektif

Danjen Kopassus

Buku yang belum berjudul ini berisi perjalanan panjang sang jenderal dalam kiprahnya sebagai salah satu pelopor gerakan menanam pohon di Indonesia.

Danjen Kopassus
facebook.com
Ketua Tim Verifikasi Partai Politik (Parpol) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Nurmal Idrus

Oleh: Nurmal Idrus, MM
Direktur Nurani Strategic Management

Rabu (5/10/2014) lalu, saya berkesempatan untuk berinteraksi dengan jajaran pimpinan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD di Jakarta. Pertemuan itu dilakukan untuk persiapan awal penyusunan buku Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo.

Buku yang belum berjudul ini akan berisi perjalanan panjang sang jenderal terutama dalam kiprahnya menjadi salah satu pelopor gerakan menanam pohon di Indonesia. Buku tersebut merupakan inisiasi murni dari Mayjen Doni Monardo agar ada catatan tertulis yang diharapkan akan berguna bagi bangsa ini.

Rencananya, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga akan terlibat di dalamnya. Ilham dan Doni bersahabat sejak Doni menjabat sebagai Komandan Kostrad di Kariango, 2006. Hubungannya yang spesial dengan almarhum Andi Onny Gappa, bankir asal Sulsel yang juga tokoh pelestari lingkungan hidup di Indonesia, juga termasuk pokok bahasan.

Tentu sangat spesial ketika akan bertemu dengan figur sangat disegani seperti Doni Monardo. Beberapa hari sebelum janjian untuk ketemu saya membayangkan akan berhadapan dengan sosok keras, tegas nan kaku ala tentara. Apalagi, setelah saya search di google, karier Doni di militer amat moncer dan selalu dipercaya memimpin pasukan elite TNI, dari Kostrad, Paspampres hingga kini Kopassus.    

Singkat cerita, pertemuan itu dilakukan di sebuah restoran Jepang di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Tak seperti yang saya bayangkan Doni datang tidak dengan uniform Kopassus yang gagah. Ia malah mengenakan stelan batik dan hampir saya tak menyangka beliau adalah orang nomor satu di salah satu satuan paling ditakuti di dunia.

Dia tak mengenakan uniform khas Kopassus, loreng berkelir merah plus baret merahnya. Namun dia ditemani seorang anggota Kopassus lain yang berpakaian loreng. Kolonel Danny namanya, seorang yang amat ramah dan ahli bahan peledak.

Ketika saya bertemu mantan Danpaspampres ini baru dua pekan dilantik sebagai Danjen Kopassus. Kepada saya ia menyampaikan tekadnya untuk menjadikan Kopassus lebih humanis dan banyak berada di tengah rakyat. Untuk itu salah satu program andalannya adalah quick respon atas pengaduan masyarakat dalam masalah apaapun.

Mereka sedapat mungkin membantu termasuk bersama-sama kepolisian memberantas tindak kriminal. Mereka sudah membuktikannya dengan bersama kepolisian melakukan penggeberekan penguna narkoba di wilayah Sukoharjo yang dekat dengan Markas Grup 2 Kopassus di Kandang Menjangan, beberapa waktu lalu.

Namun sebagai pasukan komando Doni mengaku tetap mengutamakan tugas pokok Kopassus sebagai pasukan khusus. Ia tengah mempersiapkan sebuah rencana latihan spartan dengan tujuan agar kemampuan pasukan elit ini bisa bertambah dua kali lipat. (*)

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help