Perspektif

Mengenang Pendiri NU Sulsel AGH Muh Ramli P

Serial Ulama Sulsel: Artikel ini dimuat di kolom Perspektif Tribun Timur cetak edisi Jumat, 21 Maret 2014

Mengenang Pendiri NU Sulsel AGH Muh Ramli P
dok tribun-Timur/UMI.AC.ID
AGH_M_Ramli (1906-1958) saat menandatangani akta pendirian Universitas Muslim Indonesia Makassar

Firdaus Muhammad
Pembina Pesantren An-Nahdlah Makassar

ANRE Gurutta Haji (AGH) Muhammad Ramli (1906-1958) sosok ulama yang mendedikasi hidupnya untuk keilmuan. Dalam pertemuan saya dan didampingi istri, Khaerun Nisa Harisah, dengan Prof Dr H Mansyur Ramli, putra AGH Muh Ramli, Senin 17 Maret 2014, lalu di Menara UMI, tersingkap riwayat AGH Muh Ramli.

Meskipun Prof Dr Muh Mansyur Ramli baru berusia tiga tahun saat Gurutta wafat. Tetapi cerita ihwal kiprah ayahnya terekam baik dari ibunya bernama, Andi Tenri Lekke.

Dalam penuturan Prof Dr Mansyur Ramli yang didampingi Zakir Sabara HM MT itu, bahwa AGH Muh Ramli pernah berguru ke sejumlah ulama Sulsel, termasuk AGH Ahmad Bone. Terkait dengan ketokohan AGH Ahmad Bone, dalam cerita Prof Mansyur Ramli, AGH Ahmad Bone merupakan guru sekaligus sahabatnya.

Bahkan AGH Muh Ramli bersama-sama dengan Ahmad Bone mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulsel.

Riwayat perjalanan pendidikan AGH Muh Ramli, tercatat pernah berdomisili di Mekah beberapa tahun, semata untuk mendalami ilmu keagamaan.

Kemudian saat kembali ke Tanah Air, AGH Muh Ramli sepenuhnya mengabdikan ilmunya kepada umat yang sangat haus ilmu.

Pengabdian Gurutta diantaranya saat mengemban amanah sebagai qadhi di Luwu yang menjangkau hingga ke Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, kemudian tugas qadhi diwarisi Prof Dr Mansyur Ramli untuk Kedatuan Luwu.

Prinsip hidup dan nilai-nilai ajaran AGH Muh Ramli mencakup tiga hal. Pertama, pendidikan. Diantara wujud kecintaannya terhadap ilmu, AGH Muh Ramli bersama Andi Pangeran Petta Rani dan sejumlah tokoh berkontribusi mendirikan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Kedua, Ibadah. Sosok sebagai ulama kharismatik sangat menonjol dalam ketaatannya dalam menjalankan ibadah. Bahkan hal itu diwariskan kepada anak-anaknya untuk mengedepankan dan memperhatikan aspek ibadah, terutama disiplin menunaikan salat tepat waktu.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help