Arie Kriting Si Anak Sulawesi

Siapa Sebenarnya Si Arie Kriting di Comic 8

"Ada yang bilang saya orang Ambon, NTT, ada juga bilang saya Papua. Saya ini anak Sulawesi, anak timur...

Siapa Sebenarnya Si Arie Kriting di Comic 8
dok tribun-Timur/fb/kpn
Satriaddin Muchdar

DRAMA action komedi, Comic 8, terus membukukkan penonton fantastis.

Inilah film domestik di awal 2014 yang catatan jumlah penonton, setelah film Habibie & Ainun  dan Tenggelamnya Kapal van Der Wijck, 2013 lalu.
Hingga Minggu (2/2/2014) atau hari kelima sejak tayang perdana Rabu (29/1/2014) lalu, penonton film karya sutradara muda Anggy Umbara (33) ini, mencatat 450 ribu penonton.

"Alhamdulillah, tadi info dari Mas Umbara, hari ini sudah tembus di 450 ribu," ujar Satriaddin Maharinga Djongki (28), mengutip pernyataan  sutradara Comic 8, usai nonton bareng di Studio BlitzPVJ, Bandung, Minggu (2/2/2014) malam

Satriaddin terkenal dengan nama Arie Kriting. Ia adalah salah satu anggota Geng Comic 8.

Kepada Tribun, Arie, mengatakan setelah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Manado, kemungkinan kota Makassar, akan jadi venue promo nonton bareng film yang diproduseri Falcon Picture ini.

"Insyaallah, saya coba usulkan ke manajemen Falcon yang Daeng. Semoga ada jadwal ke Makassar," kata Arie, usai sesi sharing dengan penonton di Ciwalk Bandung.

"Saya ini selalu ke Makassar. banyak teman di sana. Tanggal 26 Januari lalu, saya pentas Stand Up Comedy di SMK Telkom Makassar, Daeng," katanya.

Siapa Arie Kriting, sampai bisa menyapa Daeng?

Sekadar gambaran, jika Anda sudah menonton film yang pemainnya didominasi eks finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Session 3 ini, maka dialog terlucu di film ini, adalah biang keroknya.

Saat Nirina Zubir, komandan polisi anti-Teror bernegosiasi dengan kelompok rampok Comic 8 via telepon,  Arie Kriting-lah yang si pria berlogat Makassar.

"Saya minta ibu kota Republik Indonesia ini dikasi pindah saja ke Papua sana?.."
"Karena di sana pemandangannya lebih indah. Udaranya juga masih segar.."

"Tidak seperti Jakarta punya kalian ini. Macet, polusi di mana-mana. Sungai kalian penuh dengan kucing mati."

Di bagian ini, "dikasi pindah saja" ke Papua sana, Arie bicara dengan logat Makassar.

Di bagian lain, dia memadukan diksi Papua, Ambon, dan logat orang orang timur Indonesia.
"Ada yang bilang saya orang Ambon, NTT, ada juga bilang saya Papua. Saya ini anak Sulawesi, anak timur yang mengadu nasib di barat Indonesia," ujar mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Planologi, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur ini.

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help