Kamis, 27 November 2014
Tribun Timur

Tingkatkan 85 % Pemilih, KPU Takalar Kukuhkan Relawan Demokrasi

Senin, 9 Desember 2013 10:16 WITA

Laporan: Mardiana Ahmad, anggota KPU Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar mengukuhkan  25 orang relawan remokrasi (Relasi) yang digelar di Hotel Tree Makassar,Minggu (8/12). Tim relasi yang terdiri dari lima elemen yakni perempuan, tokoh agama, difabel, pemilih pemula dan kelompok marginal.

Peresmian tim relasi ini di hadiri oleh Ketua KPU Sulsel, Muh Iqbal Latief dan dua komisioner provinsi Sulsel Mardiana Rusli dan Faisal Amir. Ketua KPU Takalar, Jursalim Samma melantik sekaligus meminta kepada mereka yang tergabung dalam relasi untuk menanda tangani fakta integritas yang di dalamnya menegaskan tugas dan tanggung jawab  juga kode etik  yang bersandar pada tiga hal independen, netral dan imparsial

Jusman mengatakan peminat relasi mencapai 107 orang, namun yang terseleksi secara administratif 94 orang lalu tersaring tahap pertama menjadi 50 orang dan tahap kedua 25 orang. Mereka yang 25 orang inilah yang akan membantu kerja-kerja KPU Takalar dalam hal meningkatkan partisipasi pemilih dan mengontrol perspektif keliru sehingga cenderung warga memilih untuk golput.

“ Kegelisahaan terkait rendahnya partisipasi warga untuk memilih, akan teratasi dengan kerja maksimalnya para agen-agen sosialisasi ini,” kata Jusman.

Iqbal Latief  optimis dengan kehadiran tim relasi ini. Menurutnya, sebagian besar yang terlibat dalam tim relasi terdiri dari tokoh masyarakat dan anak muda yang  memiliki pengalaman kepemiluaan. Menurutnya dominasi anak muda inilah yang diharapkan mampu mengubah paradigma berpikir kaum muda yang cenderung golput setiap pemilu.

Di Takalar sendiri, menurt Iqbal Latief partisipasi pemilihnya bisa mencapai 85 %. Mengingat kabupaten Takalar adalah penyumbang terbesar Sulsel dalam partisipasi pemilihnya yakni 82 % di Pemilu 2009. Jumlah ini melampau target nasional yang hanya 70 % dari jumlah pemilih.

Iqbal latief juga mengingatkan tim relasi ini untuk  memegang teguh amanah dan menjadi bagian dari gerakan demokrasi dan tidak boleh alat politik partai politik. Karenanya, tim relasi ini harus berhati-hati dalam bertindak dan tetap berkordinasi dengan KPU Takalar dalam setiap gerakan sosialisasinya.

Selain  pengukuhan, relawan juga di bekali tentang materi-materi kepemiluan juga masalah data pemilih. Setelah diresmikan dibentuk , tim ini akan bergerak menjalankan sosialisasi di kantung-kantung massa atau daerah yang rendah partisipasinya dalam  Pemilu 2009 dan Pemilihan Gubernur 2013.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ina Maharani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas