• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribun Timur

Kenapa Lapak Pedagang di Pasar-pasar Makassar Semraut?

Kamis, 5 Desember 2013 13:55 WITA
Kenapa Lapak Pedagang di Pasar-pasar Makassar Semraut?
tribun/saldy
Direktur Umum PD Pasar Makassar, Rusman Abutahir

Kenapa Lapak Pedagang di Pasar-pasar Makassar Semraut?

Tanya:

Kepada YTH Pemkot Makassar cq PD.Pasar, kenapa banyak sekali pedagang menjual di pinggir jalan kota makassar, baik penjual baju, jam tangan, dan tas. Kenapa dibiarkan begitu saja, apakah ini dinamakan kota dunia, kota yang dihiasi penjual pinggir jalan. Tolong berikan mereka wadah, agar tidak memacetkan jalan.
08974465xxx

Jawab:

Terima kasih atas laporan warga melalui redaksi Tribun Timur. Untuk ini kami katakan, pedagang yang kebanyakan berdagang di beberapa titik di kota Makassar atau kita istilakan Pasar Tumpah (tiba-tiba muncul) itu bersifat ilegal atau tidak resmi. Dalam hal ini, yang menjadi tanggung jawab penuh dalam permasalahan ini ialah pemerintah setempat (Camat/Lurah) yang harus memberikan pengawasan di masing-masing wilayahnya dan melakukan mediasi kepada pedagang tersebut.

Selain itu perlu kami jelaskan kepada warga Makassar untuk diketahui bersama bahwa yang dikelolah oleh PD Pasar Makassar yakni pasar tradisional dan pasar darurat resmi.

- Pasar Tradisional: Pasar Terong, Pasar Butung, Pasar Pa'baeng-baeng dan lainnya.
- Pasar Darurat Resmi: Pasar Rajawali, Pasar Karuwisi, Pasar Cidu, dan lainnya
Untuk ini, kami hanya menghimbau kepada para pedagang yang sering berjualan di pinggir Jalan, untuk menjaga keindahan kota Makassar yang kita cintai ini, berjualanlah di Pasar yang telah disediakan Pemerintah, agar tidak ada saling merugikan dalam melakukan aktivitas bersama baik pengguna jalan, maupun pedagang.

* Direktur Umum PD Pasar Makassar, Rusman Abutahir

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
570562 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas