• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Timur

Parkir Pasar Tradisional di Makassar Semrawut, Pejabat Saling Lempar

Selasa, 12 November 2013 23:23 WITA
Parkir Pasar Tradisional di Makassar Semrawut, Pejabat Saling Lempar
Tribu/Sanovra
Sejumlah motor parkir menggunkan bahu jalan di depan kampus STMIK Profesional, jl Ap Pettrani, Makassar, Sulsel. Selasa (12/11/2013). Parkiran di pasar juga makin semrawut 

MAKASSAR,TRIBUN- Parkiran di pasar-pasar tradisional masih terlihat semrawut. Namun pejabat di Makassar justru saling lempar tanggung jawab. Mereka adalah Asisten II, PD Parkir, dan Dinas Perhubungan.

Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Ibrahim Saleh, yang membidangi Pembangunan dan Ekonomi menyampaikan belum ada analisis dampak lingkungan lalu lintas (Amdal lalin) untuk pasar tradisional di Kota Makassar.

Dampaknya, kata Ibrahim Saleh, marak terjadi parkir liar di pasar tradisional dan memicu kemacetan lalulintas. "Tapi, pelan- pelan saja dulu bagaimana melakukan pendekatan. Untuk Pasar Tradisional, kita belum memiliki amdal lalin, sehingga membuat parkir kita agak semrawut," Ibe sapaan Ibrahim Saleh di kantor Balaikota, Makassar, Selasa (12/11/2013).

Menurut Ibe, pihaknya menyarankan, Manajemen Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Makassar, rajin-rajin, berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Bagaimana sistem parkir yang layak untuk setiap pasar. Pemerintah juga akan melakukan penataan secara bertahap di tiap pasar tradisional. Untuk perbaikan, harus dilakukan pendekatan pasar sehat, kebersihan, kesehatan dan parkirannya. Karena, di kota Makassar yang ada amdal lalinnya itu hanya Mall saja," tambahnya.

Terpisah, Direktur Utama PD Parkir Makassar, Aryanto Dammar, mengatakan, bukan kewenangannya untuk pegadaan amdal lalin parkir di sejumlah Pasar tradisional.

"Tapi itu kewenangan dinas perhubungan. Sehingga, kami hanya melakukan penyesuain saja. Apa keputusan dari dinas yang terkait. Karena memang untuk amdal lalin adalah kewenangannya Dishub, bukan wewenang Parkir," katanya dikonfirmasi via telepon selular, Selasa (12/11).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Chaerul Andi Tau, mengatakan, Amdal Lalin pasar tradisional memang harus diterapkan. Tetapi, kata Chaerul, yang membuat amdal lalin itu adalah pihak dari konsultan bukan Dishub.

"Kami hanya sebagai mediasinya, setelah konsultan membuat amdal lalin, sesuai dengan survei yang telah dilakukan," kata Chaerul via telepon selularnya, Selasa (12/11).

Bung,,,ternyata, Chaerul juga belum mengetahui jika di tiap pasar tradisional, akan dibangun amdal lalin. "Namun, kalau memang pemerintah merencanakan pada tahun 2014 mendatang, maka Dishub siap untuk melakukan kordinasi bersama dinas yang terkait dan konsultan sebagai pembuat amdal lalin,"tambahnya.

Sebanyak delapan pasar tradisional yang yang resmi di kota Makassar, yakni, Pasar Pa' Baeng-baeng, Pasar Pannampu, Pasar Daya, Pasar Cidu, Pasar Terong, Pasar Toddopuli, Pasar Senggol dan Pasar Maricayya.

Kesemrawutan parkir juga melanda pasar tradisional darurat, seperti pasar darurat Tamamaung, Karuwisi, Rajawai dan Sunu.

Penulis: Ilham
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
546852 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas