• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Timur

Muh Basir Palu Raih Cum Laude

Jumat, 27 September 2013 14:59 WITA

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Direktur Lembaga Konsultasi Manajemen Rumah Sakit (LKMRS),dr Muhammad Basir Palu, SpA, MPH kini berhak menggandeng gelar sebagai doktor dalam bidang kedokteran, setelah mengikuti sidang promosi doktor,Jumat (27/9/2013) di Aula Prof Amiruddin, Unhas.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesis Selatan tersebut berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Beban Ekonomi Total Penyakit Kanker Payudara di Makassar Sulawesi Selatan di hadapan pimpinan sidang, promotor, co promotor serta para penguji. Dalam penelitiannya, Basir Palu menggunakan pendekatan Cost of Illness Analysis dan Disability Adjusted Life Years.

Sidang dipimpin langsung Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof dr Irawan Yusuf, PhD. Prof Dr dr Alimin Maidin, MPH selaku promotor, Dr dr A Armyn Nurdin selaku co promotor, serta Dr dr Nurdin Perdana,SKM selaku penguji eksternal.

"Dasar pertama saya mengambil bidang penelitian ini karena jarang ada penelitian yang melihat dampak sebuah penyakit dari segi ekonomi, biasanya hanya berapa kasus yang terjadi atau angka kematian akibat suatu penyakit,"ujarnya.

Menurutnya, dalam rangka SJSN nanti dan kini pihak asuransi kesehatan telah mengupayakan universal coverage, faktor ekonomi haruslah menjadi pertimbangan pembiayaan, dimana dapat ditentukan penyakit mana yang membutuhkan pembiayaan besar.

Dalam disertasinya, Dr Basir Palu menemukan biaya yang harus dikeluarkan penderita Kanker Payudara atau dengan isilah direct cost yakni sebesar Rp 55 juta. Jumlah tersebut diluar biaya yang dibayarkan pihak penjamin kesehatan.

Dari data yang ia peroleh pun, antara tahun 2010-2012 terjadi 502 kasus penyakit Kanker Payudara di RS Wahidin Sudirohusodo, dimana dari jumlah sampel 30 orang, 20 orang merupakan ibu rumah tangga dan 18 diantaranya memiliki penghasilan di bawah Rp 1,2 juta setiap bulannya.

Selain itu, dari hasil penelitiannya juga menunjukkan adanya jumlah biaya tidak langsung yang dikeluarkan penderita Kanker Payudara yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan biaya langsung. Angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan hasil penelitian yang dilakukan di Swedia yang hanya mencapai tiga kali lipat.

"Biaya tidak langsung yakni jumlah kerugian secara finansial yang diakibatkan oleh adanya penyakit misalnya ia harus kehilangan pekerjaannya. Semoga hal ini menjadi pemerintah maupun asuransi kesehatan,"ujar mantan Dirut RSUP M Hoesin Palembang ini.

Untuk itu, Basir Palu menambahkan dibutuhkan lebih enam kali lipat anggaran APBD Sulsel bidang kesehatan tahun 2010 untuk membiayai seluruh kasus Kanker Payudara  di Sulsel.

Setelah melalui pertimbangan para penguji, akhirnya Dr Basir Palu dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude. Dr Basir Palu juga merupakan mahasiswa pertama yang memeroleh gelar tersebut dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

"Sosok Dr Basir Palu sangat patut menjadi contoh karena diusianya yang telah pensiun tak menghalanginya untuk terus sekolah, padahal ia pernah menjabat sebagai kepala dinas kesehatan serta kepala rumah sakit di Palembang,"ujar Prof Dr dr Alimin Maidin, MPH. (*)

Penulis: Anita Kusuma Wardana
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas