Jumat, 28 November 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

Peringatan Wali Kota Makassar, untuk Calon Wali Kota Baru

Kamis, 12 September 2013 10:38 WITA

Peringatan Wali Kota Makassar, untuk Calon Wali Kota Baru
tribun timur
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin saat memimpin upacara Hari Kemerdekaan RI ke-68 di Lapangan Karebosi, Sabtu (17/8/2013). Ilham mengatakan memimpin upacara bendera terakhir di hari Kemerdekaaan 2013.

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin menyebutkan syarat yang harus dimiliki calon penggantinya. Berdasarkan pengalamannya hampir 10 tahun memimpin Makassar, Aco, sapaan Ilham menceritakan, bagaimana rumitnya masalah di kota multietnis, agama, dan golongan. Memimpin Makassar, tidaklah mudah, kata Ilham. Terlebih lagi jika calon tak tahu seni memimpin ibu kota provinsi.

Sebagai contoh, membangun sesuatu yang bermanfaat bagi jutaan orang belum tentu direspon positif.

Suami Aliyah Mustika Abdullah ini menyebut revitalisasi Pantai Losari dan Lapangan Karebosi. Proyek ikon kota tersebut awalnya ditentang warga. Butuh kelihaian untuk meyakinkan mereka jika proyek ini sesungguhnya sangat baik. Belakangan, kata Aco, yang menentang itulah paling pertama meminta memanfaatkan bangunan tersebut.

Lainnya adalah Makassar rawan konflik horisontal. Ada bahaya laten dan patut diwaspadai. Kelihaiannya berkomunikasi dengan warga, selama kepemimpinannya belum pernah terjadi konflik antaretnis dan agama.

Inilah catatan Ilham untuk penerus tongkat estafet kepemimpinannya. Memimpin Makassar harus punya jiwa kepemimpinan yang kuat.

"Melihat karakter di Makassar, leadership (kepemimpinan) harus kuat. Kalau tidak kuat-ko pimpin Makassar, mabuk-ko," ujar Ilham, Kamis (12/9/2013) seraya tertawa. Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini lalu menyebut calon wali kota satu per satu yang memiliki tak leadeship kuat. Sayangnya, Ilham "off the record" soal nama yang disebutnya. Hanya Danny Pomanto dan Deng Ical (DIA) yang disebut memilki leadership kuat.

Makanya, kata Ilham, jika tak memiliki leadership kuat, jangan coba-coba menjadi calon wali kota maupun wakil. "Coba moko, kalau tidak mabuk-ko nanti," ujarnya berkelakar.

Terakhir, Ilham mengatakan, warga Makassar harus memikirkan pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan. Makassar memang butuh pemimpin demikian.(*)

Penulis: Edi Sumardi
Editor: Suryana Anas

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas