Sabtu, 29 November 2014
Tribun Timur

OJK: Kami Tak Pernah Beri Izin ke MLM GDC

Kamis, 12 September 2013 00:35 WITA

OJK: Kami Tak Pernah Beri Izin ke MLM GDC
dok tribun-Timur/fb/ojk
Humas OJK Gonthor Ryantori Aziz

MAKASSAR, TRIBUN -- Lembaga pemantau lalulintas perusahaan keuangan negara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pihaknya belum pernah memberikan izin kepada perusahaan multi level marketing (MLM) PT Gowa Duta Cipta (GDC).
"OJK tidak pernah berikan ijin apapun kepada badan usaha tersebut," kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Gonthor Ryantori Aziz, kepada Tribun, yang dimintai komentar terkait adanya keluhan sejumlah nasabah dari perusahaan investasi dan MLM dengan merek produk Go Director Club (GDC) ini.
Meski demikian, pihak OJK meminta untuk juga mengkonfirmasikan hal ini ke otoritas lain seperti Bank Indonesia (BI), Bappebti, dan Kementerian Koperasi & UKM.
Menurut OJK, masyarakat hendaknya memahami adanya risiko bahwa jika mereka menyerahkan uangnya kepada badan usaha yang tidak memperoleh ijin usaha dari otoritas terkait dan badan usaha tersebut melakukan wan prestasi (penggelapan misalnya).
"Maka otoritas tersebut (termasuk OJK) akan sulit menindak badan usaha tersebut karena hubungan masyarakat  lebih bersifat keperdataan," kata Gonthor.
GDC adalah perusahaan MLM yang menarik dana dari masyarakat di Sulsel, Kalimantan, Sultra, dan sejumlah daerah di Jawa.
Perusahaan yang berkantor di sebuah rumah toko di Kompleks Citra Land, Jl Tun Abdul Razak Gowa ini, mengalami gangguan pembayaran payroll atau bonus ke membernya.
Sejak berdiri Mei 2012, merujuk situs resmi mereka www.godirectorclub.com,   GDC mempunyai member sekitar 119.119 orang, setidaknya hingga Selasa (10/9/2013) pukul 21.00 wita.
Aset mereka diklaim sekitar Rp 300 miliar. Aset ini, kata Masjaya kepada Tribun, k dikelola dalam bentuk aset tambang di Kolaka, Sultra, property di sejumlah tempat di Makassar, Gowa dan daerah lain, serta "kami juga investasi di bursa," kata Masjaya, tanpa menjelaskan bursa yang dimaksud.
Kepada Tribun, Masjaya, mengakui perusahaan keuangan dengan produk Go Director Club (GDC) yang dipimpinnya sempat mengalami gangguan pembayaran ke nasabah karena kebijakan finansial di bank yang menjadi mitra usahanya.

Penulis: Masniati
Editor: Thamzil Thahir

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas