Senin, 22 Desember 2014
Tribun Timur

Bos GDC Masjaya: Saya Pasti Bayar

Kamis, 12 September 2013 01:28 WITA

Bos GDC Masjaya: Saya Pasti Bayar
dok tribun-Timur/fb
Pendiri GDC Masjaya

Makassar, TRIBUN -  Direktur perusahaan multi level marketing (MLM) PT Gowa Dita Cipta (GDC), Masjaya, mengakui perusahaan keuangan dengan produk Go Director Club (GDC) yang dipimpinnya sempat mengalami gangguan pembayaran ke nasabah karena kebijakan finansial di bank yang menjadi mitra usahanya.

Namun Masjaya (36) menegaskan bahwa kondisi keuangannya perusahaan jasa keuangan dengan nasabah sekitar 119.119 member ini tetap aman dan terkendali.

Dia berjanji dalam waktu dekat, pengelola PT GDC akan membayarkan bonus atau payroll  para nasabah gelombang kedua.
Gowa ini berjanji akan membayar tagihan beberapa waktu ke depan,"minggu depan kita mulai pembayaran, 27 November itu pembayaran bulanan,"tegas Masjaya saat berkunjung di redaksi Harian Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Rabu (11/9).
Dua kali Masjaya datang ke Tribun. Kunjungan pertama sekitar pukul 08.30 wita. Kunjungan kedua sekitar pukul 16.00 wita.
Kunjungan kedua berdsama sekitar tujuh manager dan yang dia sebut team fighter. Hadir juga pengacaranya dari Syamsuddin Associated.

GDC adalah perusahaan MLM yang menarik dana dari masyarakat di Sulsel, Kalimantan, Sultra, dan sejumlah daerah di Jawa. Perusahaan ini berdiri Mei 2012, oleh Masjaya, seorang pemuda yang lama menggeluti bisnis MLM di Sulsel.
Masjaya adalah sarjana ekonomi pembangunan Unhas (1996). Dia juga alumnus SMEA 1 Makassar.
"Sejak sarjana saya memang bekerja di bisnis Networking," katanya.

Selama 7 tahun, Masjaya mengaku berkerja sebagai member di MLM produk makanan dan minuman herbal, Tiang Ji.
Lalu, selama hampir dua tahun dia bergabung di TVI Express, sebelum paruh awal 2012 mendirikan PT Gowa Duta Cipta, dengan produk MLM Go Director Club.

Perusahaan yang berkantor di sebuah rumah toko di Kompleks Citra Land, Jl Tun Abdul Razak Gowa ini, mengalami gangguan pembayaran payroll atau bonus ke membernya.

Tanggal 25 Februari 2012, Masjaya mencatatkan perusahaannya di Akta Notaris: No 07/25 Februari 2012 oleh Albert S Dumanauw. Dia sebagai selaku pendiri, pemilik, direktur utama perusahaan: PT Gowa Duta Cipta

Asas legalitas lain yang dimiliki perusahaan ini adalah SIUPP: Nomor 503/0135/ SIUPK-B/09/KPAP, TDP: nomor 202335214479, Izin Gangguan: nomor 503/0146/IG-B/09/KPP yang dikeluarkan oleh otoritas perizinan di Pemkot Makassar.

Dalamn situs resminya, GDC juga memiliki NPWP: nomor 03.208.000.4-804.000.
Selama ini banyak jadi mitra perushaan mereka adalah BCA. Lalu kemudian dana dialihkan dan fokus di tiga bank, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank Mandiri Syariah (BSM).

Dari bank syariah inilah, pria kelahiran Soppeng tahun 1977 ini, mengeluarkan kartu keanggotaan yang berfungsi juga sebagai kartu ATM.
Sejak berdiri Mei 2012, merujuk situs resmi mereka www.godirectorclub.com,   GDC mempunyai member sekitar 119.119 orang, setidaknya hingga Selasa (10/9/2013) pukul 21.00 wita.
Aset mereka diklaim sekitar Rp 300 miliar. Aset ini, kata Masjaya kepada Tribun, k dikelola dalam bentuk aset tambang di Kolaka, Sultra, property di sejumlah tempat di Makassar, Gowa dan daerah lain, serta "kami juga investasi di bursa," kata Masjaya, tanpa menjelaskan bursa yang dimaksud.
Kepada Tribun, Masjaya, mengakui perusahaan keuangan dengan produk Go Director Club (GDC) yang dipimpinnya sempat mengalami gangguan pembayaran ke nasabah karena kebijakan finansial di bank yang menjadi mitra usahanya. (jum/ilo)

Penulis: Ansar
Editor: Thamzil Thahir

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas