Jumat, 28 November 2014
Tribun Timur

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club

Rabu, 11 September 2013 01:45 WITA

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club
tribun-Timur/ansar
GDC - Suasana di kantor MLM Go Director Club (GDC) kompleks rumah toko (ruko) Citra Land, di perbatasan Jl Tun Abdul Razak, Gowa dan Jl Hertasning, Makassar, Selasa (10/9/2013) malam

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club

MAKASSAR, TRIBUN -- Belasan aparat kepolisian berseragam, Selasa (10/9) malam, mulai berjaga-jaga di kantor perusahaan multi level marketing (MLM) Go Director Club (GDC) kompleks rumah toko (ruko) Citra Land, di  perbatasan Jl Tun Abdul Razak, Gowa dan Jl Hertasning, Makassar.
Patroli aparat kepolisian ini menyusul mulai munculnya keluhan dari sejumlah nasabah perusahaan MLM berbasis keuangan dan perdagangan produk, mulai tak dibayarkannya payroll atau bagi hasil kepada 191 ribu nasabah.

Selain di situs jejaring sosial, facebook, keluhan itu juga terungkap di kantor perusahaan dengan nama resmi PT Gowa Duta Cipta (GDC) ini.
"Kalau pembayaran payrool terlambat itu biasa," kata Yudi, warga Tamalate I, yang ditemui Tribun, tadi malam di kantor GDC.  

Yudi baru satu tahun menggeluti dunia investasi ini. Dia mengaku memperoleh keuntungan 10 persen. Dengan modal Rp 3 juta, dia mengaku bisa mendapat hasil Rp 300 ribu per bulan di luar dari bonus jika mendapatkan member atau titik baru.

Namun, satu bulan terakhir, payrool bulan Agustus belum terbayarkan, atau masuk di rekeningnya.
Tribun belum mendapat penjelasan resmi dari pihak PT GDC. Sejumlah karyawan yang datang ke kantor tanpa identitas dan papan nama ini, tidak memberi keterangan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sitendi yang dikonfirmasi tadi malam, apakah pihaknya memantau kegelisahan nasabah ini, belum memberikan jawaban.

Namun melalui laman resmi mereka www.godirectorclub.com, dan selebaran hasil pertemuan dengan para leader dan manager above di seluruh Indonesia (para pendiri dan memberi awal GDC)  yang dibagi di laman facebook pendirinya Masjaya SE, terungkap aset perusahaan ini sejab berdiri awal 2012 sebesar Rp 300 miliar.

Dari surat pemberitahuan itu, atas nama Direktur dan manajemen ini, sudah menggelar pertemuan di Hotel Trisula, Jl Boulevard, Panakkukang, Makassar, Sabtu (7/9) lalu.

Di pertemuan itu terungkap adanya keterlambatan pembayaran. "Atas nama Direktur GDC (Go Director Club) mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh member GDC (Go Director Club) di seluruh Indonesia. Dengan adanya keterlambatan pembayaran profit sharing akibat keterlambatan pencarian dana pengelolaan GDC (Go Director Club).
Manajemen berjanji akan mencairkan dana pengelolaan Go Director Club 25 November 2013  sebesar Rp 75 miliar.

Di pembertahuan itu juga ditegaskan, bahwa aset dana pengelolaan (cashflow Go Director Club) dinyatakan aman dan terkendali. "Demikian penyampaian ini, atas pengertian dan kesabarannya diucapkan banyak terima kasih, Grow To Gether."

Pantauan Tribun
Pantauan Tribun, perusahaan yang bergerak di bidang investasi ini, terlihat, dikunjungi sejumlah tamu hingga malam hari. Tribun berada di kantor itu mulai pukul 19.00 wita hingga pukul 21.00 wita.
Di dalam ruangan , nampak terlihat , sejumlah karyawan PT GDC sedang melayani sejumlah nasabah. Sedangkan di luar ruangan kantor, yang berkisar sekitar 10 orang  sambil duduk, dan minum serta  menikmati suasana kompleks ini, baik dari arah samping-ataupun dari arah depan.
Disisi lain, ada juga tamu PT GDC yang mondar mandir keluar dari ruangan. Tamu yang terlihat menggunakan kostun pegawai, dan kostum  biasa.

Sedangkan disekitar Kantor PT GDC banyak terlihat personel kepolisian , dan ada juga Mobil Patroli yang berjarak sekitaar 100 meter dari kantor itu.

Di Kantor PT GDC terlihat tiga lantai, tempat transaksi dilakukan pada lantai bawa. Kantor GDC berada sekitar 50 meter dari arah mesjid dan 100 meter dari jalan raya Tun Andul Razak.
Supriyono, salah seorang Satpan yang melakukan berjaga di kompleks tersebut, menyatakan sejauh ini pihaknya belum melum melihat ada nasabah yang mereka dengar melakukan protes."Belum ada informasi saya dengar pak," sebutnya.

Selain di Citra Land, di laman resmi GDC juga disebut berkantor di Jl. Yusuf Bauti Ruko, Pesona Sabrina No.4 depan Citra Garden Sungguminasa.

Bangunan berlantai dua dengan cat warna coklat berdiri tepat didepan Perumahan elit Citra Garden, Jl. Yusuf Bauti, Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Bau catnya mungkin masih bisa tercium saat anda melewati depan kantor dari perusahaan network marketing Go Director Club (GDC) yang didirikan Masjaya dan resmi berdiri pada 25 Februari 2012 dalam bentuk CV.
Kantor GDC sendiri berada paling ujung dari bangunan ruko yang berjejer tiga tersebut. Anda tidak akan menemukan papan nama dari perusahaan itu.
Aktivitas sekitar tidak ramai. Karena hanya ada beberapa rumah warga disamping sebelah kiri ruko dan masjid sebelah kanannya. Diantara ruko dan masjid ada jalanan lorong menuju kompleks perumahan warga.
Bagian belakang ruko tampak semak-semak yang sudah kering yang menandakan bangunan tersebut belum lama dibangun.
Ketika tribun coba menyambangi lokasi kantor tersebut beberapa waktu lalu, terlihat karyawan-karyawannya berbincang diluar kantor. Beberapa jenis mobil terparkir didepan ruko. Dibelakang mobil tersebut tertempel sticker "Go Director Club". Ada juga motor.
 Ruko sebelah kanan kantor GDC (jika menghadap Citra Garden) tampak kosong, hanya ada tulisan "Disewakan/Dijual". Disampingnya lagi toko apotik.
Nasabah Gelisah
Di laman facebook Masjaya SE, seorang nasabah dari Banyuwangi,  Rudy Hartono mulai mnanyakan keterlambatan ini.
"3 ID 2 bulan belum dibayar, hub uplinku ( Pak Harun ) tidak ada kejelasannya , saya harus mengadu kemana, poisisiku ( Banyuwangi - Jawa Timur ) jauh dari sulawesi"
Abam Muhammad, nasabah lainnya, Jumat (6/9) juga menanayakan hal ini.
 "Mana suaranya ini Masjaya,SE ..?? klarifikasi ki pak Boss..- bnyak member yang sudah mau gila ini .., apalagi yang Depo diatas 100juta.,- mereka sudah serahkan semua uang-nya bahkan ada yang dari uang pinjaman untuk dipercayakan sepenuhnya ke Program bisnis-ta'.., tapi pada saat ada masalah seperti ini kenapa yang klarifikasi justru upline atw manager yang tidak benar" tahu uang downline-nya di kelolakan bagaimana..? sudah sangat lama kami bersabar pak..., -" (cr6/cr7/won/ham/edi)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Thamzil Thahir

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas