Minggu, 29 Maret 2015

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club

Rabu, 11 September 2013 01:45 WITA

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club
tribun-Timur/ansar
GDC - Suasana di kantor MLM Go Director Club (GDC) kompleks rumah toko (ruko) Citra Land, di perbatasan Jl Tun Abdul Razak, Gowa dan Jl Hertasning, Makassar, Selasa (10/9/2013) malam

Kenapa Polisi Jaga Kantor MLM Go Director Club

MAKASSAR, TRIBUN -- Belasan aparat kepolisian berseragam, Selasa (10/9) malam, mulai berjaga-jaga di kantor perusahaan multi level marketing (MLM) Go Director Club (GDC) kompleks rumah toko (ruko) Citra Land, di  perbatasan Jl Tun Abdul Razak, Gowa dan Jl Hertasning, Makassar.
Patroli aparat kepolisian ini menyusul mulai munculnya keluhan dari sejumlah nasabah perusahaan MLM berbasis keuangan dan perdagangan produk, mulai tak dibayarkannya payroll atau bagi hasil kepada 191 ribu nasabah.

Selain di situs jejaring sosial, facebook, keluhan itu juga terungkap di kantor perusahaan dengan nama resmi PT Gowa Duta Cipta (GDC) ini.
"Kalau pembayaran payrool terlambat itu biasa," kata Yudi, warga Tamalate I, yang ditemui Tribun, tadi malam di kantor GDC.  

Yudi baru satu tahun menggeluti dunia investasi ini. Dia mengaku memperoleh keuntungan 10 persen. Dengan modal Rp 3 juta, dia mengaku bisa mendapat hasil Rp 300 ribu per bulan di luar dari bonus jika mendapatkan member atau titik baru.

Namun, satu bulan terakhir, payrool bulan Agustus belum terbayarkan, atau masuk di rekeningnya.
Tribun belum mendapat penjelasan resmi dari pihak PT GDC. Sejumlah karyawan yang datang ke kantor tanpa identitas dan papan nama ini, tidak memberi keterangan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sitendi yang dikonfirmasi tadi malam, apakah pihaknya memantau kegelisahan nasabah ini, belum memberikan jawaban.

Namun melalui laman resmi mereka www.godirectorclub.com, dan selebaran hasil pertemuan dengan para leader dan manager above di seluruh Indonesia (para pendiri dan memberi awal GDC)  yang dibagi di laman facebook pendirinya Masjaya SE, terungkap aset perusahaan ini sejab berdiri awal 2012 sebesar Rp 300 miliar.

Halaman123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Thamzil Thahir
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas