Jumat, 28 November 2014
Tribun Timur

Suriadi-Sabaruddin Gelar Kampanye Terpisah di Wajo

Rabu, 4 September 2013 14:54 WITA

WAJO,TRIBUN-TIMUR.COM-Pasangan calon Bupati Wajo Andi Suriadi Belo-M Sabaruddin Mallo menggelar kampanye dialogis di posko pemenangannya yang berada di Jl
Pallawa Rukka, Madukelleng, Kecamatan Tempe, Rabu (4/9/2013).Wajo, Tribun--Pasangan calon Bupati Wajo Andi Suriadi Belo-M Sabaruddin Mallo menggelar kampanye dialogis di posko pemenangannya yang berada di Jl Pallawa Rukka, Madukelleng, Kecamatan Tempe, Rabu (4/9/2013).
Tidak seperti kandidat lain, pasangan ini menggelar kampanye dialogis secara terpisah. Andi Suriadi Belo di Kecamatan Tempe, sementara Sabaruddin di Kecamatan Tanasitolo.

Dalam kampanye dialogis Andi Suriadi memperkenalkan dirinya dan menggelar simulasi calon saksi. Ia menjelaskan bahwa ia sengaja mengundurkan diri dari jabatannya karena melihat pemerintahan yang ada, tidak lagi berperan sebagai pelayan masyarakat. Di hadapan tim dan simpatisannya, Andi Suriadi mengatakan bahwa berkat dukungan rekan dan keluarganya sehingga ia mengambil langkah untuk ikut dalam bursa pemilihan Bupati Wajo.

"Kalau dilihat dari kekayaan alamnya, mestinya masyarakat Wajo tidak ada yang miskin. Makanya, kalau mau membenahi Wajo harus dimulai dari pemerintahannya," tutur Suriadi.

Menurutnya, pemerintahan yang baik pastilah mampu memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakatnya. Suriadi menyebutkan,  ciri dari demokrasi adalah warga diberi hak untuk memilih dengan kata lain, semua jabatan adalah milik rakyat sehingga siapapun yang menduduki jabatan harus melayani pemilik jabatannya.

"Pilih orang yang pantas duduk mengurus rakyat. Jadikan pemilihan lalu sebagai pengalaman. Sekarang banyak yang duduk hanya mengurus diri sendiri. Ini kewajiban seluruh masyarakat memperbaiki daerahnya," ungkap Suriadi.

Tidak seperti kandidat lain, pasangan ini menggelar kampanye dialogis secara terpisah. Andi Suriadi Belo di Kecamatan Tempe, sementara Sabaruddin di Kecamatan Tanasitolo.

Dalam kampanye dialogis Andi Suriadi memperkenalkan dirinya dan menggelar simulasi calon saksi. Ia menjelaskan bahwa ia sengaja mengundurkan diri dari jabatannya karena melihat pemerintahan yang ada, tidak lagi berperan sebagai pelayan masyarakat. Di hadapan tim dan simpatisannya, Andi Suriadi mengatakan bahwa berkat dukungan rekan dan keluarganya sehingga ia mengambil langkah untuk ikut dalam bursa pemilihan Bupati Wajo.

"Kalau dilihat dari kekayaan alamnya, mestinya masyarakat Wajo tidak ada yang miskin.
Makanya, kalau mau membenahi Wajo harus dimulai dari pemerintahannya," tutur Suriadi.

Menurutnya, pemerintahan yang baik pastilah mampu memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakatnya. Suriadi menyebutkan,  ciri dari demokrasi adalah warga diberi hak untuk memilih dengan kata lain, semua jabatan adalah milik rakyat sehingga siapapun yang menduduki jabatan harus melayani pemilik jabatannya.

"Pilih orang yang pantas duduk mengurus rakyat. Jadikan pemilihan lalu sebagai pengalaman. Sekarang banyak yang duduk hanya mengurus diri sendiri. Ini kewajiban seluruh masyarakat memperbaiki daerahnya," ungkap Suriadi. (*)

Penulis: Mahyuddin
Editor: Muh. Taufik

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas