• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Timur

IDEC Mulai Cari Calon Pemenang Pilwali Makassar

Rabu, 28 Agustus 2013 00:49 WITA
IDEC Mulai Cari Calon Pemenang Pilwali Makassar
ilustrasi

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Lembaga survei dan konsultan politik, Indonesia Development Engineering Consultant (IDEC) Sulsel menjajaki survei calon pemenang dari 10 kontestan pemilihan wali kota dan wakil wali (Pilwali) Kota Makassar 2013.

Direktur Riset IDEC Rahmad M Arsyad, mengatakan, peneliti IDEC mulai melakukan tracking survey (TS), hari ini, Selasa (27/8). TS IDEC rencananya berlangsung hingga Selasa 3 September 2013.

"Survey akhir ini, berdasarkan pengalaman kami melakukan Tracking Survey di beberapa Pilkada, menjelang satu atau dua Minggu sebelum pemilihan, sikap pemilih sudah terlihat sangat jelas," kata Rahmad kepada Tribun, Selasa (27/8/2013).

Sebelumnya, pada bulan Mei dan Juni 2013, lembaga riset yang sudah tiga tahun berdiri ini juga menyurvei pemetaan pemilih di kota Makassar.

Tracking Survey IDEC, lanjut Rahmad, terbagi tiga pola dan tahapan. Pertama, pada bulan Mei lalu, IDEC fokus survei untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemilih dan survei pangsa suara dari personalitas kandidat.

Kedua, pada survei bulan Juni lalu, konsentrasi IDEC adalah tingkat kepuasaan pemilih setelah calon berpasangan.

"Terakhir, survei kami yang dimulai hari ini adalah mengarah pada survei tingkat kepercayaan atas pasangan kandidat, serta pengaruh timbal balik isu, program, dan keterpilihan kandidat secara detail," Rahmad menambahkan.

Menurut Rahmad, metode survei IDEC, yakni multistage random sampling. Proporsional  645 wajib pilih sebagai sampel pada Agustus lalu.

"Sampel itu diidentifikasi dengan basis DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujar kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Padjajaran ini.

Lebih lanjut menurut Rahmad, pihaknya berharap dapat merumuskan fenomena akhir Pilwali Makassar, siapa yang akan tampil menjadi pemenang dari 10 pasang kontestan.

Selain itu, IDEC juga akan memprediksi akhir kontestasi politik, apakah akan berakhir dua putaran atau satu putaran dan apa yang menjadi harapan pemilih bagi kandidat yang akan terpilih.

"Karena itu, survei bukan sekedar dijadikan sebagai alat untuk menggiring opini publik. Yang utama dari survei adalah untuk menjadi panduan bagi kandidat merekam apa yang menjadi harapan, keinginan pemilih kota Makassar. Itulah tujuan survei,

menjadi alat ukur bagi kandidat untuk merekam aspirasi elektoral, bukan sekedar menggiring pemilih dengan merekayasa hasil survey. Namun, survei sebagaimana layaknya produk gagasan ilmiah yang lahir dari alam kreasi metodologis manusia, pasti memiliki keterbatasan karena garis tangan Tuhan menjadi penentu akhir segalanya," jelas Rahmad.

Penulis: Ilham
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas