• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Timur

Najmiah Bantah Dirinya Dijemput Paksa

Rabu, 31 Juli 2013 21:46 WITA
Najmiah Bantah Dirinya Dijemput Paksa
Tribun/Sanovra
Najamiah (tengah) berekspresi saat difoto usai diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel di kantor Polda, Makassar Rabu (31/7/2013). Najamiah dijemput paksa seteleh dua kali dipanggil

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Pengusaha konvensional di Sulsel, Hajjah Najmiah Muin yang usianya sudah mendekati 62 tahun membantah jika dirinya dijemput paksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Rabu (31/07/2013).

Kepada Tribun, Istri Prof Dr Ir Abdul Muin Liwa MS yang juga merupakan salah satu guru besar di Fakultas Peternakan Unhas melalui telepon selulernya mengatakan kalau dirinya dipanggil dan hadir menggunakan mobil pribadinya sendiri.

"Saya tidak pernah dijemput paksa, saya datang dengan mobil sendiri," kata ibu kandidat Wali Kota dari jalur perseorangan Muhyina Muin, Rabu (31/7/2013).

Mantan Ketua DPC Barisan Indonesia (Barindo) Kota Makassar, ini menjelaskan, kedantangan dirinya memenuhi panggilan penyidik Polda hanya sebatas saksi atas tuduhan melakukan pelanggaran hak tanah disamping Rumah Sakit Siloam, Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Makassar.

"Saya dipanggil hanya sebagai saksi, mana ada saksi dijemput paksa, kalau saya dijemput paksa tidak mungkin saya temui wartawan," kata sang pengusaha properti ini.

Dengan tegas, pegusaha yang menyumbangkan pembangunan kantor Mapolsek Tamalate ini mengatakan, kalau isu penjemputan paksa terhadap dirinya sarat ditunggangi politik.

Dari pantauan Tribun di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan KM 16, Biringkanaya, Makassar, "Yang Mulia Najamiah" datang dengan mengendarai mobil pribadinya, Toyota Alphard DD 1 NJ sekitar pukul 11.10 Wita. Dia ditemani oleh beberapa orang yang juga merupakan kerabatnya.

Najamiah datang dengan mengenakan long dress baju becorak warna merah tua dan celana warna biru muda serta poci-poci haji atau penutup kepala khas hajjah Bugis-Makassar.

"Untuk lebih jelasnya, terkait mengapa saya dipanggil penyidik, besok saya sampaikan melalui keterangan pers," katanya. (*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas