• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Timur

Baru Dua Bulan Menjabat, Lima Lurah di Makassar Dicopot

Senin, 8 Juli 2013 17:22 WITA
Baru Dua Bulan Menjabat, Lima Lurah di Makassar Dicopot
edhi/tribun-timur.com
Pelantikan camat dan lurah lingkup Pemkot Makassar di Balai Kota Makassar

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Kursi panas jabatan lurah di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berputar lagi. Sebanyak lima lurah dari 14 lurah yang terseret gelombang mutasi tiba-tiba. Mereka  dicopot  meski baru dua bulan menjabat.

Pemkot Makassar menyingkirkan lima lurahnya dengan alasan pelayanan publik harus jujur dan kinerja amanah yang kurang maksimal serta banyaknya laporan dari masyarakat terkait kinerja mereka selama menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Pencopotan sekaligus pelantikan lurah baru dipimpin Sekretaris Pemkot, Agar Jaya, di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Makassar, Makassar, Senin (8/7/2013).
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin tak hadir dalam pelantikan tersebut. Ilham bersama keluarga saat ini sedang bertolak ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah Ramadan.

"Semoga pejabat yang dilantik bisa mengemban tugas dan amanah yang diwajibkan. Sedangkan pada  pejabat lama dihaturkan terimakasih karena telah melaksanakan pengabdiaannya," kata Agar Jaya usai menyumpah pejabat eselon IV baru itu.

Kelima lurah tersebut yakni, Lurah Mariso Kecamatan Mariso Aniswati Hafid digantikan Nurdado, Lurah Untia Biringkanaya Rahmat digantikan A Patiroi, Lurah Banta-Bantaeng Rappocini Alamasyah Thalib digantikan Abd Haris.

Selanjutnya, Lurah Ende Wajo Baharuddin Rachman digantikan Amrul Djasmin, dan Lurah Karuwisi Utara Panakkukang Syaifuddin Sidjaya digantikan Arman.

Dari lima lurah ini, hanya Syaifuddin yang tidak mendapatkan jabatan baru sama sekali atau non job. Sebaliknya, Rahmat menjabat Kepala Seksi Dinas Komunikasi dan Informatika. Alamsyah, Baharuddin, dan Aniswati menjabat Kepala Seksi Kecamatan.

Sedangkan Lurah Baji Mappakasunggu Mamajang Mansyur dan Lurah Ballaparang Rappocini Ayyub Salahuddin yang juga baru dua bulan dilantik juga digeser ke kelurahan lain. Mansyur menjabat sebagai Lurah Bangkala Manggala, Ayyub menjadi Lurah Karunrung Rappocini. Selain lurah, 15 kepala sekolah dan 16 pejabat eselon IV Pemkot Makassar juga terseret arus mutasi Pemkot.
Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Gunturkembali  tidak hadir dalam acara tersebut. Ini adalah mutasi ke empat yang dilaksanakan Pemkot Makassar di 2013 tanpa dihadiri Supomo.

Dalam amanahnya yang dibacakan Agar Jaya, Ilham mengemukakan mutasi tersebut dilaksanakan salah satunya karena pejabat sudah memasuki masa pensiun. Lurah yang diganti disebut tidak berkontribusi banyak dalam mengantarkan Makassar meraih Piala Adipura 2014.

Khusus untuk mutasi kepala sekolah banyak yang diganti karena dinilai berperilaku tidak terpuji seperti menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), menyimpang dalam proses penerimaan siswa baru, serta ada yang dilaporkan melakukan pungutan liar.

Sementara, Sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Makassar, Muhammad Kasim Wahab membenarkan adanya lurah yang dinonjobkan meski baru dilantik Mei 2013. Dia mengemukakan, lurah dan pejabat eselon IV dimutasi karena tidak patuh terhadap perintah pimpinan.

"Ada yang sering melawan kebijakan pimpinan, kalau diperintahkan tidak mau menjalankan," katanya. (*)

Penulis: Ilham
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
399312 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas