TribunTimur/

RS Tolak Pasien

Revan Meninggal, 4 Pimpinan DPRD Sulsel Soroti Rumah Sakit

Revan Ditolak, 4 Pimpinan DPRD Sulsel Sesalkan Rumah Sakit

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Unsur pimpinan DPRD Sulsel prihatin meninggalnya balita dari keluarga prasejahtera atas nama Revan (1,3 tahun). Revan meninggal karena tidak mendapat penanganan medis akibat ditolak oleh tiga rumah sakit (RS) di Makassar.

Revan menghembuskan nafas terakhir Rabu (26/6/2013) di RS Akademis Jaury Jusuf Putra, Makassar. Rumah sakit yang menolak merawatnya, yakni RSUD Wahidin Sudirohusodo, RS Ibnu Sina, dan RS Awal Bros.

"Saya sungguh menyesalkan hal itu dan jangan terulang lagi. Pihak rumah sakit harus menjelaskan ke publik," kata Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem, Jumat (28/6/13).

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan hal senada. Menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mestinya segera mengevaluasi sistem jamin kesehatan daerah (Jamkesda) Sulsel.

"Karena sudah cukup banyak anggaran terserap untuk program itu tapi belum bisa memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat bawah," kata Andi Akmal yang juga caleg PKS DPR RI 2014 ini.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Andry A Bulu, mengatakan, "kami sangat menyesalkan pihak RS yang menolak Revan, tidak ada alasan bagi RS menolak pasien, RS mestinya menindaki dulu semaksimal mungkin, jangan bilang penuh, ini nyawa, tangani dulu jangan ditolak, dioper," kata legislator Partai Demokrat ini.

Menurut caleg Demokrat DPR RI ini, DPRD Sulsel akan membahas kasus Revan tersebut dengan komisi E serta unsur pimpinan DPRD. Kemudian akan memanggil pihak yang bersangkutan dan gubernur juga harus turun tangan.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ashabul Kahfi, mengatakan sangat menyesalkan penolakan tersebut.

Seharusnya, lanjut caleg PAN DPRD Sulsel 2014 ini, nilai kemanusiaan lebih diutamakan dari orientasi profit. Kami akan meminta klarifikasi ketiga RS tersebut. "Ke depan memang perlu penguatan sinkronisasi antara kebijakan dan implementasi di lapangan, termasuk dengan rumah sakit swasta," Kahfi yang juga ketua DPW PAN Sulsel ini menambahkan.

Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help