Inilah Proyek Molor di Makassar
Demikian laporan hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa Pemkot Makassar tahun 2010-2012
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Lembaga Pemantau Independen Pengandaan Barang dan Jasa Kota Makassar menemukan paket pekerjaan proyek yang tidak tepat waktu atau molor. Selain itu, memiliki kekurangan, kurang dari lima persen dan lebih dari lima persen nilai kontrak, bahkan di atas 20 persen. Juga pemberian adendum waktu pelaksaan diluar dari dipersyaratkan.
Demikian laporan hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa Pemkot Makassar tahun 2010-2012 yang dipaparkan dalam konfrensi pers di Makassar, Kamis (20/6/2013).
Proyek tidak tepat waktu sesuai kontrak dengan tingkat pekerjaan kurang dari lima persen, yakni pembangunan jembatan Sungai Pampang belakang kantor Bosowa Corporation, pemberian makanan tambahan gizi kurang yang salah sasaran, revitalisasi Lapangan Hertasning, pengadaan alat kesehatan RSUD Daya, dan pengadaan alat kesehatan pada dinas kesehatan.
Proyek tidak tepat waktu sesuai dengan kontrak dengan kekurangan pekerjaan di atas lima persen, yakni pembangunan SD Cambayya III, pembangunan aula dan kelas SMP Negeri 5, pembangunan Puskesmas Jongayya, pembangunan Puskesmas Antang, revitalisasi Lapangan BTP, IPAL pengadaan kulit disperindang dan penanaman modal, pembangunan RSUD Daya, dan IPAL 2011 di BTP.
Proyek diserahterimakan dengan kekurangan pekerjaan lebih 5 persen dari nilai kontrak, yaitu pengadaan alat peraga SD, SMP, SMA, dan rehabilitasi gedung SD Gunungsari II.(tribun-timur.com/edi)