Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Ini Solusi None Tangani Sampah di Makassar

talk show "Sampahku Energiku" di Warung Kopi Pojok, Jl Hertasning Baru, Kamis (20/6/13).

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Bakal calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, menyampaikan gagasannya dalam menangani sampah di Kota Makassar dalam talk show "Sampahku Energiku" di Warung Kopi Pojok, Jl Hertasning Baru, Kamis (20/6/13).

Mantan Kadisperindag Sulsel ini mengatakan, persoalan sampah di Makassar belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Makassar. Terbukti, struktur pemerintahan di Makassar saja, khususnya yang menangani persampahan seringkali dinomorduakan bahkan sama sekali tidak mendapatkan perhatian khusus.

"Lihat saja SKPD yang urus hal itu, Dinas Pertamanan dan Kebersihan. Maaf kalau saya salah ya. Itukan kebersihan dinomor duakan. Padahal pekerjaannya adalah fokus terhadap kebersihan," kata None.

Adik bungsu Gubernur Sulsel tersebut bahkan mengatakan, idealnya untuk mengurus persampahan di kota besar seperti Makassar harus digarap menjadi sebuah industri. Harus mencari perusahaan dan investor dari luar yang bisa mengelola sampah menjadi sesuatu bernilai ekonomis.

"Selain itu armada harus lebih banyak dibanding sekarang. Armada sampah ke depan kita tidak perlu beli bak sampah yang jutaan, tapi bisa kita rekayasa sendiri bentuknya, lebar dan tingginya sehingga lebih berdaya muat," katanya.

Selain itu, pola pikir pemerintah harus pelayanan bukan kekuasaan. Karena kalau kekuasaan, pemerintah akan ditinggalkan rakyatnya tidak akan diikuti untuk sebuah gerakan kebersihan.

None juga mengatakan, jika pemerintah tidak bisa mengubah mindset dari kekuasaan ke pelayanan, maka partisipasi masyarakat soal sampah dan kebersihan tidak bisa tercipta.

"Soal dana untuk urus sampah dan kebersihan memang mahal. Tapi tidak akan mahal jika ada sektor lain kita tingkatkan, seperti kebocoran retribusi parkir. Masak tiap tahun parkir Makassar hanya Rp100-an juta saja, padahal bisa puluhan miliar," kata None.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved