Kamis, 27 November 2014
Tribun Timur

Bupati Kutai Timur Serahkan Hadiah Sayembara Otoda di Makassar

Kamis, 20 Juni 2013 21:08 WITA

MAKASSAR,TRIBUN–TIMUR.COM- Penyerahan hadiah pemenang Sayembara Nasional Penulisan Otonomi Daerah yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKAS) di Gedung Balai Jend. M Jusuf, Kamis (20/6) dihadiri langsung Ketua APKASI yakni Isran Noor.
Sayembara yang mengangkat tema "Otonomi Daerah Menguatkan NKRI" tersebut diiikuti sekitar tiga ribu peserta seluruh Indonesia untuk dua kategori yakni pelajar SMA dan Mahasiswa.

Pemenang pertama sayembara nasional mengenai Otonomi Daerah tingakat Sulsel untuk kategori pelajar SMA yakni Rezky Amalia Syafiin dari SMAN 11 Makassar. Pemenang kedua yakni Regita Cahyani dari SMAN 11 Makassar dan pemenang ketiga yakni Badrul Aeni Sultan dari SMAN 1 Bantaeng.

Sedangkan untuk kategori mahasiswa, juara pertama diraih Icmi Tri Handayani dari Unhas. Juara kedua yakni Susi Sutrisna dari Unhad dan juara ketiga yaitu Despry Nur Annisa dari UIN Alauddin

“Sejak disahkannya UU No. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah (otoda), banyak asumsi di masyarakat otoda akan menciptakan raja-raja kecil di daerah. Selain itu, adanya asumsi akan semakin maraknya korupsi di daerah-daerah seperti realita saat ini,”ungkap Bupati Kutai Timur tersebut.
Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Selain terkait Kebijakan Luar negeri, keamanan, pertahanan, keadilan dan Agama, semuanya merupakam wewenang daerah,”jelasnya.
Isran juga mengatakan diselenggarakannya sayembara tersebut untuk mendengar masukan dari kaum intelektual generasi muda terkait pelaksanaan Otonomi Daerah hingga saat ini.
“Saya melihat banyak masukan dan tanggapan terkait UU Otoda tersebut. Kami menyadari UU Otoda tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah dengan adanya faktor-faktor kebijakan yang masih berkaitan dengan pusat,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Prof Jafar Haruna mengatakan karya peserta sayembara di Sulawesi Selatan sangat bagus dan memperlihatkan pemahaman mereka tentang pelaksanaan otonomi daerah yang ideal. Peserta di Sulsel.
"Ada yang membahas tentang penguatan ekonomi dengan Otonomi Daerah, ada juga yang menyoroti kearifan budaya seperti aksara lontara. Pemenang pertama dari Sulsel akan mewakili Sulsel untuk tingkat nasional di Jakarta,"ujarnya. (*)
Penulis: Anita Kusuma Wardana
Editor: Muh. Taufik

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas