Ada Pemilihan Putri Bandara Sulsel
Mereka masing-masing diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait tupoksi Angkasa Pura sebagai penanggungjawab dan otoritas di bandara
Penulis: Hajrah | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur : Hajrah
Makassar, Tribun-- PT Angkasa Pura I bekerjasma engan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel serta Potret Enterprise menggelar event pemilihan putri Bandara Sulsel 2013. Sebanyak 28 Finalis Putri Bandara 2013 mengikuti pembekalan di Bandara Hasanuddin Makassar, Kamis (20/6/2013).
Mereka masing-masing diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait tupoksi Angkasa Pura sebagai penanggungjawab dan otoritas di bandara.
General Manager PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Rahman Syafrie mengatakan, ajang pemilihan puteri bandara diharapkan dapat menjadi duta bandara atau juru bicara pada berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan bandara baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
"Melalui puteri bandara diharapkan pesan-pesan mengenai bandara lebih mudah dan dapat diterima masyarakat, khususnya pengguna jasa bandara,” tuturnya.
Rahman menjelaskan, dengan mengacu tema Giving Wonderfull Services dengan menerapkan 3S+1C (Service, Safety, Security dan Complience) sejatinya akan menjadi bekal bagi masing-masing finalis yang ikut ambil bagian di pemilihan putri bandara Sultan Hasanuddin.
Dirinya berharap finalis yang lolos dapat membawa harum nama daerah Sulsel, khususnya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Karena ajang pemilihan Putri Bandara ini merupakan kali pertama digelar.
Ditambahkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Jufri Rahman bahwa sejalan dengan materi potensi daya tarik wisata Sulawesi Selatan sangat penting dalam proses pembekalan seleksi pemilihan Putri Bandara Sultan Hasanuddin 2013.
Menurutnya para finalis harus tahu potensi bandara Sulsel, mereka tidak hanya cantik tetapi harus memiliki wawasan kepariwisataan yang bagus.
Bandara Sultan Hasanuddin akan menjadi icon utama budaya daerah yang telah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan dan PT. Angkasa Pura I. MoU tersebut mengatur pemilihan Putri Bandara yang menjadi poin kerjasama kedua institusi ini.