A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Uji Mesin Baru, Tangan Buruh Pabrik Gula Arasoe Remuk - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Timur

Uji Mesin Baru, Tangan Buruh Pabrik Gula Arasoe Remuk

Senin, 17 Juni 2013 17:52 WITA
WATAMPONE,TRIBUN-TIMUR.COM-Seorang buruh pabrik gula yang berada di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone lantaran tangannya remuk tergiling dalam mesin penggilingan tebu, Senin (17/6/2013).

Burhanuddin (47) warga Dusun Laju, Desa Walendreng, Kecamatan Cina, kritis setelah telapak tangan kanannya remuk tergiling dalam mesin penggiling tebu. Burhanuddin dalam keadaan sadar dilarikan ke rumah sakit oleh sejumlah rekan kerja dan atasannya.

Kejadian yang menimpa buruh bagian riset dan pengembangan pabrik gula arasoe ini terjadi saat Burhanuddin sedang mencoba mesin baru penggilingan tebu di ruang kerjanya. Saat itu, korban mengenakan sarung tangan untuk menguji mesin. Ketika mesin sudah beroperasi, sarung tangan korban tersangkut dalam penggilingan sehingga tangan korban ikut tergiling.

Korban yang teriak kesakitan terdengar oleh rekan kerjanya yang juga langsung memadamkan mesin. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah satu karyawan bagian SDM pabrik gula Arasoe Saiful menjelaskan, kejadian itu murni merupakan kecelakaan kerja karena setiap buruh yang bekerja di dalam telah diberi alat pengaman dalam pekerjaan. Ia menambahkan, semua tanggungan perawatan korban ditanggung oleh perusahaan hingga korban bisa bekerja kembali.

"Tidak usah dipersoalkan dinda. Kami yang menanggung semua biaya pengobatannya," tutur Saiful. (*)
Penulis: Mahyuddin
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
376562 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas