Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengapa Demonstran BBM di Makassar Bawa Anak Panah

Tujuh demonstran di depan kantor Gubernur Sulsel, tertangkap kedapatan membawa anak panah, dan sejumlah benda tajam lain.

Tayang:
Penulis: Abdul Azis | Editor: Thamzil Thahir

Makassar, Tribun - Demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali diwarnai bentrok di Makassar, Kamis (13/6) sore.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Inspektur Jenderal (Irjen) polisi Burhanuddin Andi belum akan memberlakukan siaga 1 di Makassar menyusul aksi mahasiswa menolak sikap pemerintah menaikkan harga BBM yang diwarnai bentrok dalam tiga hari terakhir.

Tujuh demonstran di depan kantor Gubernur Sulsel, tertangkap kedapatan membawa anak panah, dan sejumlah benda tajam lain.
Empat botol bom molotov yang dilemparkan mahasiswa ke halaman kantor gubernur. Rumput taman halaman kantor gubernur terbakar.

Kapolda langsung perintahkan Wakil Kepala Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Syahrul Mamma memimpin pengamanan.

Wakapolda mengharapkan perguruan tinggi (PT) segera turun tangan agar masyarakat tidak semakin marah terhadap aksi anarkis mahasiswa.

Sejumlah demonstran mendatangi Kantor Gubernur Sulsel membawa panah. Mereka juga membawa bom molotov yang kemudian dilemparkan ke arah kerumunan polisi. Tiga personel kepolisian terluka.

Polisi tengah menyidiki kenapa ada demonstran yang membawa anak panah dan benda tajam saat demo..\

Simak berita lanjutannya di Tribun Timur edisi cetak, Jumat (14/6)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved