Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Dampak Sering Hirup Asap Ban Terbakar

Ini Dampak Sering Hirup Asap Ban Terbakar

Tayang:
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Demonstrasi mahasiswa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak lengkap jika tidak diwarnai dengan aksi pembakaran ban bekas. Aksi unjuk rasa akan terasa lebih riuh jika asap tebal hitam melambung ke angkasa.

Meski unjuk rasa hanya dilakukan oleh segelintir mahasiswa, namun tak jarang ban bekas yang dibakar jumlahnya jauh lebih banyak.

Tapi tahukah kita bahwa ban bekas yang dibakar akan berpengaruh pada kesehatan manusia dan kerusakan lingkungan?

Kita mesti tahu bahwa ban, bekas atau masih baru, terbuat dari karet (dengan kandungan kimia Isobutene Isoprene Rubber-IIR*1). Jika dibakar, pembakaran yang terjadi adalah pembakaran tidak sempurna yang akan menghasilkan gas karbon monoksida (CO), ditandai dengan asap yang sangat hitam, dan gas karbon dioksida (CO2).

Apabila gas CO terhisap melalui pernafasan, gas tersebut akan bereaksi dengan haemoglobin dalam darah, sehingga dapat menghambat transfer oksigen yang membahayakan kehidupan manusia.*2

Sudah kita ketahui bersama bahwa gas CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca, yang jika kandungannya didalam udara berlebihan dapat menimbulkan efek rumah kaca. Satu alasan lain sebagai pemicu terjadinya pemanasan global, padahal hasil pembakaran itu sendiri tidak baik untuk kesehatan manusia. Masih inginkah kita merusak bumi ini? (dikutip dari http://lingkaranaktivitas.wordpress.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved