• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Timur

Tahun ini Siswa SMA/SMK Tidak Mampu Dapat BSM

Kamis, 13 Juni 2013 22:45 WITA
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM- Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Makassar mengatakan tahun ini siswa SMA dan SMK di Makassar yang tidak mampu akan mendapatkan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri diskusi Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) dan LAPAR di Kantor Redaksi Tribun Timur, Kamis (13/6/2013).

"Besaran anggarannya belum bisa kami pastikan. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk menutupi biaya operasional belajar siswa di SMA dan SMK baik negeri maupun swasta,"ungkapnya.

Bantuan tersebut juga bakal berlaku untuk siswa yang baru diterima pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun akademik 2013/2014.

"Mekanisme siswa yang mendapatkan dana tersebut berdasarkan usulan dari pihak sekolah, kemudian pihak dinas akan memverifikasi apakah siswa tersebut layak untuk mendapatkan BMS atau tidak. Setelah dilakukan verifikasi, nama-nama siswa yang diusulkan untuk mendapatkan BSM akan diajukan ke pusat,"jelasnya.

Pemberian bantuan tersebut untuk menghindari adanya siswa yang putus sekolah akibat tidak adanya biaya.

"Kami ingin semuanya tetap bisa sekolah hingga jenjang SMA. Kalau SD dan SMPkan sudah terakomodasi dari dana BOS yang diberikan oleh pemerintah,"ujarnya.

Namun, Ismunandar mengharapkan adanya bantuan dari pihak sekolah maupun masyarakat agar bantuan tersebut bisa tepat sasaran yakni bagi siswa yang tidak mampu.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas terkait daya tampung sekolah negeri yang terbatas. Ibu-ibu yang tergabung dalam KPRM mengharapkan agar kuota terbatas tersebut lebih mengutamakan anak tidak mampu dan tinggal berada di sekitar sekolah negeri.

"Biasanya anak yang tidak mampu sulit untuk diterima di sekolah negeri dan dekat dengan rumah. Jadi solusinya adalah sekolah di swasta dengan jarak dari rumah yang memerlukan biaya transpor lebih banyak,"kata salah satu anggota KPRM, Dg Kebo.

Namun, Ismunandar mengatakan agar terlebih dahulu calon siswa untuk mengikuti proses penerimaan siswa baru secara prosedural yakni dengan melewati tahapan seleksi. Ismunandar juga mengimbau kepada orang tua jika merasa tidak mampu, lebih baik memasukkan anak mereka di SMK.

"Kalau mereka di SMK, setelah lulus mereka akan mempunyai skill dan bisa langsung bekerja. Beda halnya dengan SMA, mereka bisa saja bekerja tapi dengan kemampuan skill yang kurang. Solusinya lulusan SMA harus lanjut kuliah untuk bisa mendapatkan pekerjaan,"jelasnya.

Menurut Ismunandar, SMK adalah salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan dengan membekali siswa dengan berbagai macam skill dan keterampilan. (*).

Penulis: Anita Kusuma Wardana
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
371822 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas