Farouk Terduga Teroris Warga Asal Bima
Umar Farouk (25) terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88
Tayang:
Penulis: Abdul Azis | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM
- Umar Farouk (25) terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Anti
Teror (AT) di Kompleks Perumahan Permata Sudiang Raya, Blok H2 No 11, RT
2, RW 24, Jl Dg Ramang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya,
Makassar, Sabtu (8/6/2013), Farouk tinggal secara gratis selama dua tahun
di rumah Badaruddin (73) pensiunan PNS.
Warga sekitar kompleks mengenal terduga merupakan orang baik dan taat menjalankan ibadah. Selain itu, Dia juga merupakan imam di Masjid Al-Musabbihin. Faruok bersama istrinya juga menjadi guru ngaji. Di rumah Badaruddin mereka bersama istrinya Fitri yang sebelumnya tinggal di masjid tersebut.
Natsir tetangga dekat terduga teroris kepada wartawan mengatakan warga sekitar kompleks disin mengaku bahwa dia datang dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur (NTB) sejak dua tahun lalu." Awalnya mereka tinggal dan menginap di masjid. Setelah bertemu dengan pak Badaruddin mereka diberi izin untuk tinggal dirumahnya, karena sering membantu membersihkan masjid dan ikut bergotong royong," katanya, Minggu (9/6).
Selain ramah kepada warga sekitar dia juga mahir menghafal Al-Qur'an serta membentuk pengajian bagi anak-anak. Tidak hanya itu untuk menghidupi keluarganya mereka bekerja sebagai tukang batu.
Sementara, pemilik rumah yang ditinggali terduga Andi Badaruddin mengatakan, rumahnya merupakan yang ke empat kalinya dihuni orang lain. Farouq tinggal di rumah ini karena rajin membantu warga makanya ia tinggal disini secara gratis. Selain itu dia juga taat beribadah dan kebetulan rumahnya juga dalam keadaan kosong.
"Sudah beberapa orang yang tinggal di rumah ini sebelum saya memberikan izin kepada Faruok bersama istrinya," jelasnya. (*)
Warga sekitar kompleks mengenal terduga merupakan orang baik dan taat menjalankan ibadah. Selain itu, Dia juga merupakan imam di Masjid Al-Musabbihin. Faruok bersama istrinya juga menjadi guru ngaji. Di rumah Badaruddin mereka bersama istrinya Fitri yang sebelumnya tinggal di masjid tersebut.
Natsir tetangga dekat terduga teroris kepada wartawan mengatakan warga sekitar kompleks disin mengaku bahwa dia datang dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur (NTB) sejak dua tahun lalu." Awalnya mereka tinggal dan menginap di masjid. Setelah bertemu dengan pak Badaruddin mereka diberi izin untuk tinggal dirumahnya, karena sering membantu membersihkan masjid dan ikut bergotong royong," katanya, Minggu (9/6).
Selain ramah kepada warga sekitar dia juga mahir menghafal Al-Qur'an serta membentuk pengajian bagi anak-anak. Tidak hanya itu untuk menghidupi keluarganya mereka bekerja sebagai tukang batu.
Sementara, pemilik rumah yang ditinggali terduga Andi Badaruddin mengatakan, rumahnya merupakan yang ke empat kalinya dihuni orang lain. Farouq tinggal di rumah ini karena rajin membantu warga makanya ia tinggal disini secara gratis. Selain itu dia juga taat beribadah dan kebetulan rumahnya juga dalam keadaan kosong.
"Sudah beberapa orang yang tinggal di rumah ini sebelum saya memberikan izin kepada Faruok bersama istrinya," jelasnya. (*)