Kamis, 27 November 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

Banyak Partai Politikm"Selingkuh" di Pilkada Wajo

Selasa, 4 Juni 2013 17:12 WITA


WAJO, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah partai pengusung calon Bupati Wajo "selingkuh". Hal itu berdasarkan adanya sejumlah partai pengusung ganda pasangan calon bupati.

Dengan adanya dukungan ganda ini, dukungan pasangan calon bupati yang telah terdaftar di KPU Wajo terancam berkurang sehingga pasangan calon (Paslon) Bupati juga terancam gagal mengikuti Pemilukada.

Seperti partai Nasional Republik yang memiliki satu kursi di DPRD Wajo yang sebelumnya menyatakan dukungan pada pendaftar pertama di KPU Wajo Andi Suriadi Belo-M Sabaruddin, rupa-rupanya mendukung pasangan calon Bupati Wajo lainnya, Andi Asriyadi Mayang-Saidiman. Selain Nasrep, dukungan sejumlah partai non parlemen juga ditemukan pada ke dua pasangan calon bupati ini seperti, PIS, PKBIB, Barnas, PDP, dan Partai Bintang reformasi.

Selain partai pengusung keduanya, Partai Pemuda Indonesia (PPI) yang mengusung pasangan calon Andi Safri Modding-Rahman Rahim juga mendukung Andi Asriyadi Mayang- Saidiman.

"Pengurus partai yang menyatakan dukungan kepada Andi Asriadi Mayang-Saidiman merupakan pengurus yang sudah diberhentikan sehingga perlu dipertanyakan keabsahan dukungannya," ungkap Bakri Remmang, Juru bicara pasangan Andi Suriadi Belo-M Sabaruddin, Selasa (4/6/2013).

Menurutnys, partai yang mengusung pasangan berakronim SMS itu dilengkapi rekomendasi dan surat keputusan pencalonan dari dewan pimpinan pusat dan wilayah.

Ketua KPU Wajo Andi Nurwana menjelaskan, pihaknya belum bisa memutuskan sikap dengan adanya usungan ganda tersebut karena sesuai dengan tahapan KPU Wajo, berkas calon bupati yang sudah mendaftar akan diverifikasi mulai tanggal 3-8 Juni.

Adapun soal partai yang mendukung lebih dari satu pasangan calon akan dilihat kepengurusannya yang sah dan meminta klarifikasinya untuk menentukan pilihan.

"Setiap partai pengusung tidak boleh dukung lebih dari dari pasangan calon. Nantinya partai yang mengusung labih dari satu paslon akan kami mintai klarifikasinya," ungkap Andi Nurwana. (*)
Penulis: Mahyuddin
Editor: Hasriani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas