• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Timur

Karena Dokter Gigi Ini, Batik Sulsel Berkembang

Rabu, 29 Mei 2013 00:29 WITA
Kembangkan Batik Khas Sulsel
SEHARI-HARI dia bekerja sebagai dokter gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa. Namun semangatnya mengembangkan industri batik bermotif khas Sulsel terus menggelora.
Melalui batik, ia pun pun berharap budaya masyarakat Sulawesi Selatan kian dikenal luas di dalam maupun di luar negeri. Alasannya batik tak hanya disukai warga Indonesia, tapi juga kian dilirik masyarakat di luar negeri.
Itulah sosok drg Andi Ayu Sartika, warga Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Bagi ibu dua putri ini, jalan untuk mencapai keinginannya itu bukan khayalan. Melainkan sedang dirintisnya dengan membuka Istinana Batik sejak 2011 lalu.
Istinana Batik ini memproduksi batik-batik khas budaya empat etnis besar di Sulsel yakni Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Di antaranya ada yang bemotif keris, Rumah Tongkonan, dan pasapu. Ada juga motif rumah adat Bugis-Makassar, perahu pinisi, Balla Lompoa, Solokoa, Kupu-kupu Maros, dan gambar Pulau Sulawesi hingga motif kontemporer.
“Idenya berawal saat melihat maraknya pegawai kantor yang berpakaian batik pada hari Jumat. Tapi saya melihat batik-batik mereka semua bermotif budaya Jawa. Saat itulah terlintas ide membuat batik dengan motif khas budaya Sulsel,” jelas Ayu yang ditemui di Private Care Centre RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 20 Mei 2013 lalu.
Untuk mewujudkan ide itu rupanya tak mudah. Ia pun harus mencari informasi langsung ke salah satu pusat industri batik yang ada Cirebon, Jawa Barat. Lalu memboyong beberapa pembatik dari Cirebon ke Makassar pada 2011 lalu. Juga memesan bahan baku pewarna dan peralatan pembuatan batik langsung dari Cirebon untuk dibawa ke Makassar.

Selengkapnya baca di edisi cetak
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
354732 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas