Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

Ketua KPU Sulsel Diminta Tetap Independen

Selasa, 28 Mei 2013 18:27 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah akademisi dan pengamat komunikasi politik dari berbagai latar belakang universitas meminta kepada Ketua KPU Sulsel terpilih Iqbal Latief untuk tetap menjaga independensi KPU Sulsel dalam menghadapi sejumlah momentum politik.
Hal tersebut diungkapkan pengamat komunikasi politik Unhas Aswar Hasan saat dimintai komentarnya perihal apa saja yang mesti dilakukan lima komisioner KPU Sulsel terpilih dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu.

"Publik meminta agar independensi KPU Sulsel bisa tetap terjaga dengan keberadaan orang-orang baru ini," kata Aswar Hasan, Selasa (28/5).

Adapun beberapa point yang mesti dijaga oleh Iqbal sebagai Ketua terpilih KPU Sulsel adalah menjaga kesolidan anggota serta sinergitas dengan sekretariat.

Agar kedepannya, dalam menjalankan tugasnnya mereka tetap saling mendukung antara satu dengan yang lainnya tanpa mengedepankan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Aswar menjelaskan terpilihnya Iqbal dengan menggantikan posisi Jayadi Nas merupakan suatu hal yang sangat tepat.

Pasalnya, dari lima komisioner yang terpilih yakni Faisal Amir, Mardiana Rusli, Misna,  Khaerul Mannan dan Iqbal Latief memiliki latar belakang yang berbeda.

Semua saling mengisi, baik dari akademisi, praktisi media maupun komisioner KPU di daerah.

"Penetapan  Iqbal Latief sebagai Ketua KPU Sulsel sudah sangat tepat. Sebab keterwakilan dari akademisi juga menggambarkan figur independen dari semua figur yang ada," katanya.

Ia juga meminta agar Iqbal tidak terlibat dalam skenario politik praktis yang dapat menghancurkan independensi lembaga yang dipimpinnya.

"Komisioner yang ada saat ini harus lebih baik dari pendahulunya. Sebab komisioner sebelumnya menimbulkan banyak cerita dipenghujung jabatan mereka. Komisioner yang dibawah pimpinan Jayadi Nas pernah dituding berpihak di Pilgub dan juga dianggap tidak harmonis dengan pihak sekretariat KPU," ujarnya.

Aswar juga menjelaskan, fungsi ketua juga harus menunjukkan independensi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Termasuk menjaga kesolidan anggota dan kekompakan komisioner lainnya.

"Karena sekretariat adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dari KPU sebagai penyelenggara demokrasi di Indonesia," paparnya.(*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas