Siapa 2 "Wanita Fathanah" di Makassar
Siapa 2 "Wanita Fathanah" di Makassar
Unhas: Dia Anak Berprestasi
"TERUS terang, ini
berat. Tapi saya tahu ini hanya cobaan," demikian kata Elsya Putri
Adiyanti (19), mengomentari masuknya namanya dalam daftar wanita yang
menrima uang dari tersangka kasus pencucian uang dari korupsi kuota
impor daging sapi, kepada Tribun.
Elsya kini kuliah di semester II, jurusan Hubungan Internasional (HI)
FISIP Unhas. Setamat SMA 1, sekolah unggulan di Makassar, tahun 2012
dia kuliah di Unhas.
"Dia ini masuk bebas tes ke Unhas, lewat jalur
penerimaan minat dan bakat atau bebas tes,": kata Ketua Jurusan HI FISIP
Unhas Dr Adi Suryadi Culla, kepada Tribun terpisah.
Adi mengemukakan, berdasarkan hasil penelusurannya ke teman, dosen dan
staf administrasi di jurusan fafvorit di Unhas itu, Elsya termasuk anak
berpreatasi.
"Dia Pengurus Himpunan Mahasiswa HI, IPK 3,90, hamp[ir semua mata kuliah dosen menunjuknya jadi ketua kelas," ujar Adi.
Prestasi lain, sejak di SMP 6, sa;lah satu SMP Unggulan, Elsya juga
sudah menjadi ketua OSIS. Bahkan saat di SMA, selain aktif di OSIS dia
juga Pernah mewakili Sulsel pada jambore Bahasa Inggris yang diadakan
BUMN di Bali
"Dia ini ,mantan Ketua Osis SMP 6 Makassar dan SMA 1 Makassar," kata seorang pengutus ikatan Alumni SMA 1. Orang
tua Elsyas sendiri mengatakan, sosok Elsya merupakan sosok yang telaten
dan rajin belajar. Anak kedua dari dua bersaudara ini merupakan gadis
yang aktif dalam berorganisasi.
"Dia memang merupakan anak yang tekun.
Sehingga tidak salah kalau dia aktif dui himpunan dan kegiatan intra
kampus, Komunikasi anak ibi bagus," katanya.
Di lingkungan keluarga, Elsya bersama sang kakak Erlang, mantan pemain
Timnas Indonesia U-17 terbiasa terdidik dengan kedisipilinan.
"Saya
punya anak itu kalau magrib di rumahlah. Tapi kalau Elsya, biasa pulang
malam karena kesibukan. Dia sering belajar sampai jam 3 dini hari," kata
sang ayah Muliyadi.
Elsya bahkan berprestasi internasional. Dia pernah mengikuti Jambore
pendidikan kewirausahaan tingkat ASEAN digelar di Hotel Discovery, Kuta,
Bali.
Elsya juga mengikuti Pelatihan Wirausaha Ekspor dan Workshop
Regional Patnership Development. "Berbbeda lah dibanding dengan
anak-anak lain, Elsya ini punya talenta dan prestasi yang bdisa jadi
teladan,. kasihan jika terbawa berita- berita miring," kata Adi.
Disebutkan, Elsye besok akan ke Kamlpus Unhas bertemu dengan p[ihak kampus untuk mengklaridfikasi berita miring ini.
Rumah
Elysia terletak di Kompleks Maizonete, Bougenville Raya, No 48
Kecamatan Panakkukang, Makassar. Rumahnya diantarai satu rumah dari
kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel. Kadiaman Elysa berwarna Hijau dan berlantai 3. Pagar berwarna hitam
tertutut rapat. Hanya ada dua sepeda motor yang terparkir di depan pintu
depan rumahnya.
Saat Tribun menyambangi kadiaman Elysa lampu ruang
tamu tidak menyalah. Tribun yang mencoba masuk dengan menucapkan salam
tak ada jawaban. Di dalam rumahnya hanya terdegar sesekali anak kecil
yang bicara. (ziz/yas/ilo)
Siapa Rina:
Dokter yang Punya Piutang ke Ollong
RINA Remilya (42), termasuk salah satu wanita yang mendapat aliran dana dari Ahmad "Ollong" Fathanah.
Rina termasuk tiga perempuan asal Makassar dari 45 perempuan yang diduga menerima aliran dana dari Ollong.
Siapa Rina Remilya? Perempuan ini berprofesi sebagai dokter sekaligus pengusaha.
Rina tercatat sebagai salah satu pengurus DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel.
Suami Rina, Salahuddin "Annar" Sampetoding, salah satu bakal calon wali Kota Makassar.
Annar bersedia dikonfirmasi mengenai istrinya yang dikaitkan dengan Fathanah.
"Benar
itu. Memang istri saya pernah menerima cek dari Si Ollong. Tahun 2004,
saya ingat persis. Nilainya 1 miliar lebih," kata Annar.
Catatan yang diperoleh Tribun, dr Rina menerima cek dari Ollong Rp 120
juta. Cek berulang hingga sepuluh kali dalam kurun waktu 2004-2005.
Annar
mengkonfirmasikan pembayaran melalui cek itu bagian dari utang Ollong.
"Sebenarnya yang dipinjam itu duit saya dan istri," lanjut Annar.
Annar menyebut utang-piutang terkait bisnis penjualan voucher telekomunikasi melalui perusahaan Ollong, PT Atlas Jaringan Satu.
"Sampai sekarang, Si Ollong itu masih punya utang Rp 350 juta sama saya," kata Annar.(*)