Fee dari Kompas TV untuk Operasional PSM
Fee dari Kompas TV untuk Operasional PSM
Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Imam Wahyudi
Sudah pasti, manajemen PT PSM akan mendapatkan fee atau bayaran untuk kerja sama tersebut berupa fee hak siar. CEO PT PSM, Rully Habibie membenarkan hal fee dari hak siar tersebut memang ada.
Namun menurut keponakan mantan presiden RI, BJ Habibie itu, dana dari Kompas TV dipakai untuk dana operasional tim. "Kompensasi hak siar itu akan sangat membantu untuk membiayai operasional klub," katanya.
Rully menambahkan, kerja sama tersebut membuktikan bahwa tim seperti PSM mampu bekerja sama dengan stasiun televisi.
"Walaupun belum top five-nya. Tapi saya rasa Kompas TV punya jaringan yang bagus. Itu yang kita rintis. Dan PSM adalah klub pertama yang melakukan kerja sama dengan televisi. Karena sebelum-sebelumnya kontrak dipegang operator liga, bukan klub," katanya.
Untuk soal gaji pemain, Rully akan mencarikan solusi lewat jalan lobi investor PSM Makassar. Kerja sama dengan Kompas TV, jelas Rully, menjadi jalan awal dari manajemen PT PSM untuk menggaet lebih banyak sponsor.
"Kita ingin membuktikan kepada sponsor atau siapapun, bahwa PT Pagolona bisa melakukan ini. Dan klub-klub lain juga bisa melakukan hal yang sama. Termasuk klub-klub yang akan bertanding melawan PSM di Makassar," jelasnya.
Dana operasional, selama ini menyedot anggaran yang cukup besar. Setiap melakoni laga tandang untuk dua kali tanding, rombongan PSM bisa menyedot hingga seratusan juta.
Dana untuk membiayai operasional tim seperti biaya tiket pesawat dan hotel berbintang, jadi tak salah juga memang kalau Rully mengalokasikan fee dari kompensasi hak siar Kompas TV untuk dana taktis tim.