Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBM Naik, Angka Kemiskinan Melonjak

BBM Naik, Angka Kemiskinan Melonjak

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM--Pemerintah menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2013 bisa berada di kisaran 11,85 persen-12,10 persen. Perkiraan itu berdasarkan asumsi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jadi naik Rp 2.000 per liter untuk jenis premium, dan Rp 1.000 per liter untuk jenis solar.


Menurut Menteri Perencaan Pembangunan Nasiolan (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, pihaknya memang merevisi target kemiskinan dari yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2013 sebesar 9,5 persen-10,5 persen. “Pemerintah yakin target ini bisa tercapai,” ujar Armida.


Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi memang akan berdampak terhadap daya beli masyarakat. Daya beli akan terpukul akibat kenaikan sejumlah harga yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi.


Meskipun demikian, Ia optimistis kenaikan harga tersebut tidak akan berdampak terlalu lama dalam jangka panjang. Sebab, kenaikan harga BBM bersubsidi yuang dilaklukan Pemerintah akan dibarengi dengan penguatan anggaran pada sejumlah program percepatan dan p[erluasan perlindungan sosial (P4S).


Menurutnya untuk memperkuat program tersebut, pemerintah akan menganggarkan dana tambahan hingga mencapai Rp 30,1 triliun. Dengan rincian, untuk program bantuan pemberian beras miskin sebesar Rp 4,3 triliun, program keluarga bharapan (PKH) sebesar Rp 0,7 triliun, program bantuan beasiswa bagi siswa miskin sebesar Rp 7,5 triliun, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sebesar Rp 11,6 triliunj, dan untuk program pembangunan infrastruktur dasar sebesar Rp 6 triliun.


Program-program tersebut sebvelumnya sudah dimasukan dalam APBN 2013 dan sudah berjalan, namun diperekuat. Dengan begitu, untuk bisa merealisasikan program tersebut Pemerintah mengajukan rancangan APBN Perubahan tahun 2013, dengan total anggaran untuk program P4S dalam RAPBN-P mencapai Rp 66,6 triliun.


Terkait hal tersebut, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusyirwan Sudjono menilai Pemerintah belum optimal dalam menyiapkan program bantuanm bagi masyarakat. Menurutnya dari program-program yang disiapkan, belum terlihat mamnpu menanggulangi kemiskinan dan kesulitan masyarakat yuang diakibatkan kenaikan hargta BBM bersubsidi.


“Oleh karena itu, kami dari PDI Perjuangan memberikan rekomndasi program kepada Pemerintah, supaya bisa membuat masyarakat lebih peroduktif,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved