BBM Naik, Angka Kemiskinan Melonjak
BBM Naik, Angka Kemiskinan Melonjak
Menurut Menteri Perencaan Pembangunan Nasiolan (PPN)/Kepala Bappenas
Armida Alisjahbana, pihaknya memang merevisi target kemiskinan dari
yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara tahun 2013 sebesar 9,5 persen-10,5 persen. “Pemerintah yakin target ini bisa tercapai,” ujar Armida.
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi memang akan berdampak
terhadap daya beli masyarakat. Daya beli akan terpukul akibat kenaikan
sejumlah harga yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi.
Meskipun demikian, Ia optimistis kenaikan harga tersebut tidak akan
berdampak terlalu lama dalam jangka panjang. Sebab, kenaikan harga BBM
bersubsidi yuang dilaklukan Pemerintah akan dibarengi dengan penguatan
anggaran pada sejumlah program percepatan dan p[erluasan perlindungan
sosial (P4S).
Menurutnya untuk memperkuat program tersebut,
pemerintah akan menganggarkan dana tambahan hingga mencapai Rp 30,1
triliun. Dengan rincian, untuk program bantuan pemberian beras miskin
sebesar Rp 4,3 triliun, program keluarga bharapan (PKH) sebesar Rp 0,7
triliun, program bantuan beasiswa bagi siswa miskin sebesar Rp 7,5
triliun, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sebesar Rp 11,6
triliunj, dan untuk program pembangunan infrastruktur dasar sebesar Rp 6
triliun.
Program-program tersebut sebvelumnya sudah dimasukan
dalam APBN 2013 dan sudah berjalan, namun diperekuat. Dengan begitu,
untuk bisa merealisasikan program tersebut Pemerintah mengajukan
rancangan APBN Perubahan tahun 2013, dengan total anggaran untuk program
P4S dalam RAPBN-P mencapai Rp 66,6 triliun.
Terkait hal
tersebut, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari
Fraksi PDI Perjuangan, Nusyirwan Sudjono menilai Pemerintah belum
optimal dalam menyiapkan program bantuanm bagi masyarakat. Menurutnya
dari program-program yang disiapkan, belum terlihat mamnpu
menanggulangi kemiskinan dan kesulitan masyarakat yuang diakibatkan
kenaikan hargta BBM bersubsidi.
“Oleh karena itu, kami dari PDI
Perjuangan memberikan rekomndasi program kepada Pemerintah, supaya bisa
membuat masyarakat lebih peroduktif,” ujarnya.