A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kasus Dugaan Korupsi GOR Sudiang ke Penyidikan - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Timur

Kasus Dugaan Korupsi GOR Sudiang ke Penyidikan

Rabu, 22 Mei 2013 22:17 WITA
Makassar,Tribun - Status kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Gedung Olahraga (GOR) Sudiang akhirnya naik dari penyelidikan ke penyidikan.

"Benar, statusnya sudah penyidikan. Kami sudah menggelar ekspose perkara Selasa kemarin," ujar kepala Kejari Makassar, Haruna, di Kejaksaan Tinggi, Rabu (22/5/2013).

Menurut Haruna, dengan naiknya status kasus ini ke penyidikan berarti pihaknya sudah menduga kuat adanya pelanggaran dan siapa pihak yang paling bertanggungjawab untuk menjadi tersangka.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Makassar, Djoko Budidarmawan yang ditemui sebelum ekspose belum mau membeberkan baik tentang siapa pihak yang paling bertanggungjawab. Namun ia tidak membantah terkait kabar keterlibatan sejumlah pejabat Pemprov Sulsel.

Proyek pembebasan lahan GOR Suding yang diusut Kejari Makassar menjadi polemik tatkala sejumlah warga yang mengaku bermukim diatas lahan 74 hektar itu menuntut pembayaran ganti rugi ke Pemprov Sulsel 2007 lalu. Padahal pada tahun 1994 sudah dilakukan pembayaran ganti rugi, hal ini berdasarkan sertifikat hak milik yang dimiliki pemprov diterbitkan BPN tahun 1999.

Dalam kasus ini, pemprov dinilai ceroboh, sebab tanpa melakukan verifikasi tapi tetap melakukan pembayaran. Berdasarkan temuan penyidik terjadi manipulasi (pemalsuan) identitas warga penerima ganti rugi. Dugaan tindak pidana untuk sementara ada dua yakni pemprov melakukan salah bayar ataukah adanya pemalsuan sertifikat yang dilakukan oleh warga.

Sekadar diketahui, dalam APBD Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp4 miliar dari total anggaran kebutuhan pembebasan lahan sebesar Rp 5 miliar. (Cr3)
Penulis: Ilham Arsyam
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
348952 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas