Wanita Makassar Ini Wafat di Usia 88, Tapi Tercatat 91 Tahun
Usia kalender almarhum adalah 88 tahun. Penambahan ini sebagai simbol Langit, Bumi dan Manusia.
Penulis: Muh. David Aritanto | Editor: Thamzil Thahir
Yonsi Lolo adalah Ketua Badan Koordinasi Pembelajaran Bahasa Mandarin (BKPBM) Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu Kebudayaan dan Harapan Bangsa (YPIK-HB).
Sedangkan Ferdinand Louis adalah Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan
Mendiang Tugging Soen Oh, disemayamkan di rumah, Yonsi Lolo, Jl Kumala 43 B Makassar (Toko Mekar Jaya).
Karena mengikuti tradisi Tionghoa secara turun temurun, maka usia almarhum Tjiang Soen Oah ditambah tiga tahun menjadi 91 tahun. Usia kalender almarhum adalah 88 tahun.
Penambahan ini sebagai simbol Langit, Bumi dan Manusia.
Dan hanya para orang tua Tionghoa lanjut usia saja yang dapat ditambah usianya disaat wafat.
Almarhum Tjiang Soen Oah meninggalkan empat anak lelaki, tujuh anak perempuan dan 21 cucu. Jenazah Tjiang Soen Oah Makassar dan akan dikebumikan pada Kamis (23/5) di Taman Pemakaman Yayasan Sosial Dharma Bakti Pannara, Antang, Makassar.
Dari pantauan Tribun, ratusan warga melayat dirumah duka, selain umat Vihara Cakrawala Dharma Indonesia, juga hadir para guru-guru Mandarin, Ketua Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulawesi selatan, Budi Utomo Ie dan Ketua Yayasan Sosial Dharma Bakti Makassar, Rusmin Tjandra. (mda)