Makassar Jadi Pilot Project Penghematan Listrik
United Nations Development Program (UNDP)menjadikan Kota Makassar
Tayang:
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM
- United Nations Development Program (UNDP)menjadikan Kota Makassar
sebagai pilot project penghematan energi di Indonesia. Badan di bawah
naungan PBB ini telah melakukan audit energi guna mengetahui tingkat
penggunaan listrik melalui perangkat elektronik digunakan.
Di Makassar, Balai Kota Makassar dan kanto gabungan dinas di Jl Urip Sumoharjo menjadi sampel untuk audit energi. Hasil audit, konsumsi listrik masih boros sehingga perlu dilakukan penghematan melalui penggunaan alat elektronik hemat energi.
“Hasil audit energi UNDP, Makassar menjadi object pilot project,” kata Program Manager for Sustainable Energy Environment Unit UNDP Kantor Perwakilan Indonesia, Verania Andria saat penandatanganan MoU antara Pemkot Makassar dengan United States Agency for International Development di Makassar, Senin (120/5/2013).
Penggunaan listrik di balai kota setiap bulannya tergolong tinggi. Ini dilihat dari jumlah tagihan mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta sebulan. Setelah audit energi diharapkan turun 20 persen hingga 30 persen.(*)
Di Makassar, Balai Kota Makassar dan kanto gabungan dinas di Jl Urip Sumoharjo menjadi sampel untuk audit energi. Hasil audit, konsumsi listrik masih boros sehingga perlu dilakukan penghematan melalui penggunaan alat elektronik hemat energi.
“Hasil audit energi UNDP, Makassar menjadi object pilot project,” kata Program Manager for Sustainable Energy Environment Unit UNDP Kantor Perwakilan Indonesia, Verania Andria saat penandatanganan MoU antara Pemkot Makassar dengan United States Agency for International Development di Makassar, Senin (120/5/2013).
Penggunaan listrik di balai kota setiap bulannya tergolong tinggi. Ini dilihat dari jumlah tagihan mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta sebulan. Setelah audit energi diharapkan turun 20 persen hingga 30 persen.(*)