Lecehkan Kusta di Trans TV, Ustad Maulana Diprotes
Dalam ceramahnya ustad yang kerap tampil lucu itu mengatakan hubungan suami-istri dalam keadaan haid akan melahirkan anak penderita kusta.
Tayang:
Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Ina Maharani
Makassar,Tribun -- Dai kondang asal Makassar, Ustad Maulana menuai protes
dari penyandang kusta dan sejumlah aktivis sosial di Makassar.
Protes keras itu disampaikan para aktivis yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil antidiskriminasi dalam jumpa pers yang digelar di Warkop 17 Jalan Anggrek Raya, Makassar, Senin (20/5/2013).
Ustad Maulana yang terkenal dengan tagline 'jamaah oh jamaah' ini dinilai telah melecehkan penyandang kusta ketika membawakan sebuah program bertemakan 'Islam itu Indah' sebuah acara di Trans TV 13 Mei lalu.
Pada acara tersebut Ustad Maulana dinilai melontarkan pernyataan kontroversi yang menyebutkan bahwa penyandang kusta lahir karena hubungan terlarang dalam hukum Islam. Dalam ceramahnya ustad yang kerap tampil lucu itu mengatakan hubungan suami-istri dalam keadaan haid akan melahirkan anak penderita kusta.
"Ini sangat menyinggung perasaan dan melecehkan penderita kusta. Apalagi kami sudah cek pihak berkompeten baik di dinas kesehatan maupun MUI bahwa statemen tersebut tak berdasar," ujar Al Qadri koordinator permata (perhimpunan mandiri kusta).
Protes keras itu disampaikan para aktivis yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil antidiskriminasi dalam jumpa pers yang digelar di Warkop 17 Jalan Anggrek Raya, Makassar, Senin (20/5/2013).
Ustad Maulana yang terkenal dengan tagline 'jamaah oh jamaah' ini dinilai telah melecehkan penyandang kusta ketika membawakan sebuah program bertemakan 'Islam itu Indah' sebuah acara di Trans TV 13 Mei lalu.
Pada acara tersebut Ustad Maulana dinilai melontarkan pernyataan kontroversi yang menyebutkan bahwa penyandang kusta lahir karena hubungan terlarang dalam hukum Islam. Dalam ceramahnya ustad yang kerap tampil lucu itu mengatakan hubungan suami-istri dalam keadaan haid akan melahirkan anak penderita kusta.
"Ini sangat menyinggung perasaan dan melecehkan penderita kusta. Apalagi kami sudah cek pihak berkompeten baik di dinas kesehatan maupun MUI bahwa statemen tersebut tak berdasar," ujar Al Qadri koordinator permata (perhimpunan mandiri kusta).
Para aktivis ini mengancam akan melakukan somasi baik kepada Ustad Maulana maupun TV