Konferensi CAPDI di Makassar
Kenapa JK Jadi Juru Damai?
Uniknya, JK tidak harus membentuk institusi untuk memerankan sosok juru damai seperti lazim dilakukan pemimpin dunia.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Thamzil Thahir
Dosen HI, Fisip-Unhas
STEMPEL juru damai, akhirnya melekat dalam diri JK secara alamiah. Bukan karena JK seorang guru besar dan doktor di bidang perdamaian atau polemologi, tetapi karena kiprahnya yang menonjol serta berkelanjutan di bidang tersebut.
Uniknya, JK tidak harus membentuk institusi untuk memerankan sosok juru damai seperti lazim dilakukan pemimpin dunia.
Tetapi JK melakukannya secara personal, pelibatan lembaga biasanya hanyalah melalui Palang Merah Indonesia yang dipimpinnya.
Dengan pergerakan yang seakan tak kenal lelah, JK menjelma menjadi seorang non-state actor yang menjelajah ke berbagai pelosok tanah air hingga ke mancanegara khususnya di kawasan Asia Tenggara.
#Negosiator Ulung#
Merujuk dari tulisan tulisan Richard Dawson tentang negosiator dan mediator, maka JK memiliki seluruh persyaratan kompetensi untuk menjadi seorang juru damai yang mumpuni. Ketika negara negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN kesulitan mengambil sikap dan menembus Myanmar untuk menyalurkan bantuan bagi pihak yang bertikai di Propinsi Rohingya, JK berbekal semangat netralitas dan kemanusiaan berhasil meyakinkan Presiden Myanmar, U Then Sein untuk masuk hingga propinsi tersebut bahkan diberi kesempatan berdialog dengan pengungsi muslim dan budha di dua kamp berbeda. JK juga menggandeng Wakil Sekjen OKI untuk masuk secara bersama sama ke wilayah konflik komunal tersebut yang pada saat itu (Agustus 2012) kesulitan masuk Myanmar.
Saat melintas di depan kantor Parlemen Myanmar di kota Naypyidaw, saya bertanya kepada Pak JK, "kenapa tidak diagendakan bertemu Aung Sang Syu Ki?" JK menjawab singkat, "ini kunjungan kemanusiaan." Dengan analisis saya sendiri saya menyimpulkan bahwa JK berusaha menghilangkan kesan politis di mata penguasa setempat dalam kunjungannya ke negeri seribu pagoda itu. Itulah perwujudan sikap netralitas yang mengedepankan tujuan tujuan kemanusiaan tanpa pretensi politik.
Sebagai juru damai, JK menjadi orang yang amanah dan mampu menjaga kerahasiaan sehingga dapat membangun kepercayaan yang tinggi dari para pihak yang bersengketa. Ibaratnya, JK adalah seorang dokter yang dapat dipercaya memegang teguh rahasia pasiennya.
Suatu ketika di Kuala Lumpur, saya ditegur JK, karena pertemuannya dengan Anwar Ibrahim, bocor ke media. - "Uceng, saya lihat pertemuan dg Anwar ada di media..., anda yg masukkan? Itu pertemuan tertutup dan tdk untuk disiarkan."
Soal menjaga kerahasiaan, JK sangat handal. Sebenarnya JK banyak terlibat sebagai mediator konflik domestik dan juga di beberapa negara Asia Tenggara bahkan konflik antar keluarga pun JK tak jarang diminta bantuannya. Namun upaya upaya tersebut, tidak banyak diketahui umum karena JK menjaga tingkat kerahasiaannya sedemikian rupa hingga misinya tidak banyak diketahui publik. Salah satu kunci sukses penyelesaian konflik Aceh, adalah kemampuan JK dan para juru rundingnya yang dipimpin Hamid Awaludin, menjaga kerahasiaan perundingan, terutama pada tahap awal yang amat krusial. JK mengajarkan, mengelola proses perdamaian harus sabar dan mampu menjaga kerahasiaanya ada masa di mana hasil perundingan itu dapat dibuka tetapi proses seyogiyanya tidak diumbar.
Dalam menyelesaikan konflik maupun penanganan bencana alam, mulai tahap tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi atau pasca koflik dan bencana, JK selalu memiliki kemampuan diplomasi dan solusi yang baik karena penguasaan masalahnya serta pengalaman yang panjang menyelesaikan berbagai konflik seperti yang paling populer Poso, Ambon dan Aceh. Di luar imajinasi banyak orang bahwa Aceh yang porak-poranda diterjang tsunami, justeru di tangan JK bukan saja diselesaikan tahapan rekonstruksinya tetapi juga bersamaan dengan tercapainya kesepakatan Helsinki yang mengakhiri konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Penguasaan masalah yang tinggi dari JK, membuatnya mampu membalik keadaan dan bencana berbuah berkah perdamaian. Untuk mendamaikan Aceh JK berangkat dari keyakinan logikanya bahwa, tidak mungkin melakukan rekonstruksi terhadap korban tsunami di Aceh tanpa didahului dengan perdamaian. Sebab bagaimana para relawan, dan aparat pemerintah dapat bekerja dengan baik tanpa jaminan rasa aman atau perdamaian. Karena itu kata JK, waktunyalah RI dan GAM berdamai agar rekonstruksi dapat dilaksanakan. Dan logika JK ini dapat diterima semua pihak hingga mengakhiri separatisme di Aceh. Mungkin inilah yang disebut; di balik bencana terdapat hikmah yang tersembunyi. Yaitu hikmah perdamaian bagi rakyat Aceh setelah dilanda tsunami.
#Diplomat Ulung#
Oleh penganut faham realisme politik, negara di tempatkan sebagai aktor sentral dalam hubungan internasional. Tetapi dalam perkembangannya, kini muncul aktor aktor baru yang disebut non-state actor diantaranya LSM dan juga individu seperti JK. Mereka memainkan perannya dalam hubungan antar bangsa dan juga dalam penyelesaian konflik domestik dan internasional meskipun dalam kapasitasnya sebagai individu. Dengan kapasitas individunya tersebut, JKpun mendapat pengakuan internasional menjelma menjadi tokoh lintas negara dan dipercaya memimpin lembaga internasional seperti CAPDI Centrist Asia Pacific Democrat International. Yang aktif mempromosikan perdamaian di kawasan Asia Pasifik.
Syarat lain yang dimiliki JK hingga menjadi seorang juru damai dan non-state actor yang ulung, sudah tentu karena kemampuan diplomasinya yang di atas rata rata. Kemampuan diplomasi dapat terbangun tentunya karena jam terbang atau pengalaman serta pengetahuan dan keberanian. Sehingga itulah JK amat piawai meyakinkan dan mempengaruhi jalan berpikir dan tindakan orang lain. Jadinya tidak
mengherankan jika kemudian JK menghadirkan tokoh-tokoh internasional dan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah sidang umum CAPDI.