Kabar Wafatnya AGH Haristah Menyebar di Facebook
di jejaring facebook dan twitter, kabar ini menyebar melalui jejaring santri, mahasiswa, atau komunitas berbasis Nahdlatul Ulama (NU).
Tayang:
Penulis: Aqsa Riyandi Pananrang | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN -- Kabar wafatnya pendiri dan pimpinan Pondok pesantren An Nahdla, Makassar, Anre Gurutta Haji Haritsah AS, Senin (20/5/2012) pukul 17.00 wita, di ruang ICU RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, menyebar dengan cepat melalui jejaring sosial.
Di jejaring facebook dan twitter, kabar ini menyebar melalui jejaring santri, mahasiswa, atau komunitas berbasis Nahdlatul Ulama (NU).
Bahkan, empat jam sebelum kabar wafatnya beredara, perkembangan dan kondisi kesehatan terakhir anggota Dewan Tanfidiyah NU Sulsel ini diupdate di facebook oleh salah seorang putranya, Dr Badruzzaman Haritsah.
"Perawat ruang ICU RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar menghilangkan LPO (Lembar Pemberian Obat), bentuk pertanggung jawabnnya adalah meminta kami bersabar. Apakah ini namanya menuju RS bertaraf Internasional?" demikian ditulis Badruzzaman, sekitar pukul 15.00 wita di akun facebooknya.
Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) An Nahdlah Makassar, Anre Gurutta Haji (AGH) Muhammad Harisah AS, meninggal dunia, di ICU RS Wahidin Sudirohusodo.
AGH Harisah wafat sekitar pukul 17.00 wita setelah menjalani perawatan medis hampir selama dua bulan. Sebelumnya, ia menjalani perawatan medis dan cuci darah di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Makassar.
"Innalillahi AGH. Harisah. AS wafat 17.00 Wita," tulis menantu AGH Harisah yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus, di status BlackBerry Massenger (BBM) miliknya, petang in
Di jejaring facebook dan twitter, kabar ini menyebar melalui jejaring santri, mahasiswa, atau komunitas berbasis Nahdlatul Ulama (NU).
Bahkan, empat jam sebelum kabar wafatnya beredara, perkembangan dan kondisi kesehatan terakhir anggota Dewan Tanfidiyah NU Sulsel ini diupdate di facebook oleh salah seorang putranya, Dr Badruzzaman Haritsah.
"Perawat ruang ICU RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar menghilangkan LPO (Lembar Pemberian Obat), bentuk pertanggung jawabnnya adalah meminta kami bersabar. Apakah ini namanya menuju RS bertaraf Internasional?" demikian ditulis Badruzzaman, sekitar pukul 15.00 wita di akun facebooknya.
Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) An Nahdlah Makassar, Anre Gurutta Haji (AGH) Muhammad Harisah AS, meninggal dunia, di ICU RS Wahidin Sudirohusodo.
AGH Harisah wafat sekitar pukul 17.00 wita setelah menjalani perawatan medis hampir selama dua bulan. Sebelumnya, ia menjalani perawatan medis dan cuci darah di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Makassar.
"Innalillahi AGH. Harisah. AS wafat 17.00 Wita," tulis menantu AGH Harisah yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus, di status BlackBerry Massenger (BBM) miliknya, petang in