Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kantor Radar Bone Diserang, Kaca Jendela Pecah

Kantor Radar Bone Diserang, Kaca Jendela Pecah

Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Irham
WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu media lokal yang berada di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe'e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Radar Bone, dirusak oleh sekelompok orang tidak dikenal, Minggu (19/5). Aksi para pelaku diduga pada dini hari karena tidak satupun warga sekitar yang mengetahuinya. Akibat kejadian itu, sejumlah kaca jendela bagian depan kantor  harian Radar Bone pecah dan berserakan dilantai.

Belum diketahui secara pasti apa motif dari penyerangan tersebut, namun saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk batu yang digunakan pelaku untuk melakukan pengrusakan.

"Kami juga belum mengetahui apa motif pengrusakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal itu, dan kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa pelaku dibalik penyerangan ini," ungkap Pimpinan Harian Radar Bone Bahtiar Sairing.

Ia menjelaskan, pihaknya juga belum mengetahui apakah penyerangan tersebut terkait pemberitaan medianya atau tidak. Menurutnya, dalam sebulan belakangan ini medianya juga tidak pernah memberitakan sesuatu yang memojokkan citra seseorang maupun kelompok tertentu.

Peristiwa kerusakan ini baru diketahui saat salah seorang wartawan Harian Radar Bone lewat depan kantornya dan melihat kondisi kantor yang rusak parah hingga melaporkan kejadian tersebut ke rekan redaksinya.

Menurut salah satu reporter Radar Bone Rosdiana Sulja bahwa daerag sekitar kantornya itu sering digunakan sebagai ajang balapan liar oleh sejumlah geng motor. Namun, pihaknya bisa memastikan bahwa pelakunya merupakan geng motor karena tidak ada saksi yang melihat kejadian itu.

"Banyak geng motor tadi malam. Tapi kita serahkan dulu ke Polisi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar Rosdiana.

Kepala Unit Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian Polres Bone yang tiba dilokasi kejadian menduga pengrusakan itu dilakoni oleh orang gila yang membawa sampah dan mencari makanan di sekitar tempat sampah sekitar lokasi kejadian.

"Ada saksi kita periksa, katanya orang gila. Tapi itu belum tentu. Makanya, kita akan terus melakukan identifikasi siapa tahu ada ditemukan modus pemicu pengrusakan ini," kata Kepala SPKT Polres Bone Ipda Aris.(*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved