Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Syahrul Tak Larang None Maju

Syahrul Tak Larang None Maju

Tayang:
Editor: Muh. Taufik

MAKASSAR, TRIBUN - Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo mempersilakan adik bungsunya, Irman Yasin Limpo, bertarung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar, 18 September.
Terpisah, Irman yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel menyatakan masih mempelajari konstalasi politik jelang pilwali.
Sebelum memutuskan maju, eks Kepala BKPMD Sulsel ini juga akan konsultasi dengan keluarga besar Yasin Limpo.

Supomo Guntur-Kadir Halid (Suka) yang sudah mengantongi rekomendasi DPP Golkar untuk Pilwali Makassar menemui Syahrul. Namun, pertemuan ini belum menghasilkan putusan soal sikap Syahrul terhadap paket yang disebut-sebut dipaksakan oleh DPP Golkar itu.
Syahrul berjanji akan menggaji “sah-tidaknya” duet Supomo-Kadir di jajaran DPD I.(lihat, Supomo Tunggu Syahrul 3,5 Jam).
Dia Berhak

Soal None, sapaan Irman, Syahrul mengaku tak berdaya melarang maju. "Maju di pilkada itu hak semua orang. Saya tidak bisa melarang. Dan yang terpenting, figur itu bersih dari segalanya, termasuk kasus korupsi," kata Syahrul usai rapat paripurna di DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (16/5).
Syahrul melanjukan, maju di pilkada bukan ajang tes kemampuan. “Yang terpenting, kandidatnya betul-betul paham sistem pemerintahan,”lanjutnya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel ini melanjutkan wacana None, maju di pilwali belum pernah dibahas keluarganya.

"Semua orang memiliki hak yang sama maju di kontestasi pilkada. Jadi jangan karena saya saudara Pak Irman, saya bisa melarangnya, tidak. Tapi soal itu (maju), belum dibahas,” tambah Syahrul.

Dibahas Keluarga
Terpisah, None yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel menyatakan masih mempelajari konstalasi politik jelang pilwali.
“Kalau dukungan masyarakat sangat kuat, insya Allah dalam waktu dekat saya deklarasi,” kata None.
Sebelum memutuskan maju, eks Kepala BKPMD Sulsel ini juga akan konsultasi dengan keluarga besar Yasin Limpo.

"Dalam keluarga saya dinamikanya banyak, tapi keputusan hanya satu dan pasti akan didukung, kalaupun ada loncong-loncong-nya (melenceng) mereka tetap solid," tambahnya.
Irman mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan pengurus parpol seperti  PKS, PAN dan Hanura.
"Niat baik teman-teman partai itu harus diapresiasi. Karena hal itu merupakan amal jariyah, tapi apakah tampan saya ini sudah seperti wali kota?" ujar Irman berkelakar.
Gabungan suara tiga partai ini mengontrol 13 kursi. PKS lima kursi, PAN lima, dan Hanura tiga kursi. Satu parpol yang juga dijajaki adalah PPP (tiga kursi).
Elemen Sayang

Wacana Irman maju di Pilwali menggelinding satu pekan terakhir. Saat wacana ini bergulir, Irman sedang kunjungan kerja ke Jepang dan Korea bersama Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Rencana majunya Irman juga tak lama berselang setelah DPP Partai Golkar menetapkan Supomo Guntur-Kadir Halid sebagai pasangan calon yang diusung di pilwali.

Saat dikonfirmasi apakah Irman maju atas permintaan Syahrul di Jepang? “Selama di Jepang dan Korea, lebih banyak urusan ketemu-ketemu calon investor. Nanti bersama Pak Gub kalau waktu makan atau minum kopi,” kata Irman.
Pengamat politik dari Unhas, Adi Suryadi Culla, mengatakan pernyataan Irman maju di pilwali mengubah konstalasi politik.
"Konstalasi politik secara otomatis berubah drastis. Para calon termasuk Irman akan melakukan survei ulang,” kata Adi.

Irman termasuk salah satu elemen penting pemenangan Syahrul-Agus. Baik periode pertama dan keduanya. Periode pertama, kendati menjabat PNS, Irman merangkap master of campaign Sayang 1. Pilgub kemarin, Irman mempelopori terbentuknya Relawan Sampan Induk. Dua momen politik ini, Irman berurusan dengan Panwas terkait netralitas PNS-nya. Irman juga inisiator lembaga konsultan politik, Adhyaksa Supporting House.
Selain pengamat politik, sejumlah politisi dari partai berbeda juga merespon positif keinginan None maju pilwali.

Adapun beberapa  politisi yang mendukung langkah None yakni Djafar Sodding, Ilham Burhanuddin dan Andi Yagkin Padjalangi.

"Jika betul Pak Irman ingin maju, maka calon dari PKS siap menjadi 02," kata Djafar Sodding.

“Pak Irman selama ini lebih banyak di belakang layar. Kita lihat, bagaimana kalau dia yang jadi calon,” kata Ilham yang juga legislator PAN.
KPU Makassar membuka pendaftaran calon 27 Mei-2 Juni. Irman punya waktu 15 hari mencari parpol dan menentukan calon 02.(*)


Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved